Dark
Light
Today: July 25, 2024
8 years ago
45 views

Inilah Kronologis Penangkapan Dan Intimidasi Terhadap Wartawan Suara Papua

Wartawan suarapapua.com, Ardiles Bayage – jubi/ist

Jayapura, Jubi – Penangkapan serta Intimidasi terhadap wartawan kembali terjadi di Jayapura, seperti yang dialami oleh Ardi Bayage wartawan Suara Papua (www.suarapapua.com), saat meliput kegiatan aksi demo damai oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mendukung ULMWP menjadi anggota penuh MSG. Senin, (2/5/2016).

Dalam pers rilisnya kepada Jubi, Pimpinan Redaksi Suara Papua Arnoldus Belau, mengirimkan kronologi tentang penangkapan terhadap wartawannya yang sedang menjalankan tugas dalam meliput berita aksi dukungan KNPB terhadap ULMWP menjadi anggota resmi di MSG.

“Pukul 09:30 saya sampai di lingkaran Abepura untuk liputan demo yang dilakukan oleh KNPB, Saya tiba saat polisi mulai hadang dan tangkap massa di Lingkaran, lalu semua diarahkan ke Polsek Abepura. Saya didatangi oleh polisi saat saya memotret aktivitas penangkapan yang sedang dilakukan di sekitar Lingkaran dengan kamera Ponsel. Lalu, ada polisi datang dan tanya, mana kartu identitas mu? Lalu saya tunjukkan ID Card saya. Dan saya juga sampaikan bahwa saya adalah wartawan di Suara Papua, salah satu media online di Papua,” ujar Ardi dalam rilis.

Di saat massa yang ditangkap sudah di atas truk, Ardi memotret dan pada saat itu polisi menangkap Ardi dan menyita Id Card Press serta telepon seluler miliknya diambil dan dibanting di aspal. Akibatnya layar Ponsel miliknya pecah dan tak berfungsi lagi. Ardi lalu dibawa ke Polsek Abepura dan ditempatkan dalam se bersama 7 orang lainnya.

“Waktu saya di Polsek Abepura, saya sudah sampaikan lagi bahwa saya adalah wartawan. Bukan massa aksi. Tapi polisi sama sekali tidak menghiraukan. Malah polisi bilang, Ah Ko Tipu saja. Padahal, jelas-jelas ID Card saya ada di tangan polisi,” ujar Ardi.

Sekitar 30 menit kemudian, ia bersama 7 orang lainnya dipindahkan ke diarahkan ke Mako Brimob. Dalam perjalanan menuju Mako Brimob, salah satu polisi mengatakan untuk melakukan peliputan, wartawan harus minta izin dengan semua polisi yang ada di lapangan.

“Saya diinterogasi dengan berbagai pertanyaan. Lalu ada satu anggota Brimob periksa Ponsel dan semua gambar-gambar yang ada di dalam Ponsel dihapus. Termasuk beberapa video. Lalu di saat itu, Brimob yang periksa Ponsel Saya itu pukul saya di muka (Pipi bagian kanan) sebanyak tiga kali. Flash Disc saya juga sempat disita. Mereka lalu lihat isi dari flash itu, lalu kemudian dikembalikan lagi,” tuturnya. (*).

Posted by: Agus Pabika
Copyright ©JujurBicara


Tanggapan anda, silahkan beri KOMENTAR

Silahkan beri KOMENTAR anda di bawa postingan ini…!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.