Dark
Light
Today: July 24, 2024

Hasil Pertemuan DPR Papua dengan Sultan di Yogyakarta

Hasil Pertemuan DPR Papua dengan Sultan di Yogyakarta
Tim DPR Papua dan beberapa perwakilan mahasiwa  Papua Jogja Berdialog dengan dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta, 29/07/2016. Foto: Laurenzus Kadepa

Tabloid-WANI, Yogyakarta — Setelah Tim utusan DPR Papua bertemu dengan Polda DIY, guna mendengarkan keterangan secara langsung  terkait insiden yang dilakukan oleh Ormas yang bekingi oleh kepolisian terhadap mahasiswa Papua di asrama Kamasan I beberapa waktu yang lalu tersebut.


Pada hari Jum’at tepatnya tanggal 29 Juli 2016, Tim DPR Papua dan perwakilan Mahasiswa Papua Yogyakarta bertemu langsung dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Dalam pertemuannya, DPR Papua mengawali pembicaraannya dengan sedikit memberikan keterangan terkait maksut dan tujuan kedatangan Tim DPR Papua menemui Sultan.

“saya membuka rapat menjelaskan tujuan kedatangan tim DPR Papua ke Yogyakarta, yaitu masalah pengepungan asrama mahasiswa Papua Kamasan I Yogyakarta oleh ormas dan pihak kepolisian yang telah menunjukan suatu tindakan represif dan rasis kepada orang Papua. Kami DPR Papua juga melihat pernyataan oleh pak Sultan dalam media cetak maupun media masa lainnya yang mengatakan tidak boleh ada separatisme di Yogyakarta, kami menilai pernyataan ini akan berdampak buruk dalam kehidupan bermasyarakat baik di Papua maupun kehidupan mahasiswa Papua di Yogyakarta dan sekitarnya, kami mohon pak Sultan segera pertimbangkan dan klarifikasi”
Lihat juga:

  1. DPR Papua Kecewa dengan Tanggapan Polda DIY
  2. Analisis: Tindakan Kepolisian dan Ormas Sangat Bertentangan dengan Undang-Undang
  3. Inilah Delapan Pelanggaran Insiden Asrama Papua Yogyakarta

Kemudian setelah Legislator Papua Laurenzus Kadepa selaku anggota Tim DPR Papua memberikan penjelasan terkait kedatangan Tim dan bertannya terkait pernyataan sultan yang beredar di media, sultan menanggapinya:

“Jogja aman, yang berlalu ya berlalu, kita menjaga bersama tidak boleh terjadi lagi hal yang sama. Kami semua harus introfeksi diri kenapa hal itu terjadi. Soal pernyataan saya, akan saya revisi/klarifikasi kalau dipihak mahasiswa ada kesadaran tentang demo-demo memintah Refrendum dan hari HUT OPM dll, karena Yogyakarta adalah Indonesia, sekali lagi, Yogyakarta untuk Indonesia. Tentang kebrutalan aparat keamanan dan Ormas-ormas saya akan sampaikan kepada Kapolda dan Ormas Reaksioner, saya akan tegur jika memang Ormas bersalah” kata Sultan

Setelah mendengarkan penjelaskan dan tanggapan dari Sultan terkait peristiwa yang menimpah mahasiswa Papua di asrama Kamasan I pada tanggal 14-16 Juli lalu tersebut.

Legislator Papua Laurenzus Kadepa mengusulkan beberapa saran kepada Sultan antara lain sebagai berikut:

  1. Kami harap kepada pak Sultan agar kordinasikan ke kapolda dan ormas, selalu ada oknum anggotanya sering represif, rasis dan diskriminasi dalam menjalankan tugasnya, yang membuat Yogyakarta tidak aman. 
  2. Kami minta kepada Sultan agar jaga rakyat saya, rakyat Papua. Tidak boleh ada rakyat saya korban atas nama NKRI harga mati dan Papua Merdeka harga mati, juga apapun alasannya. Jika ada warga saya yang melakukan pelanggaran hukum, proses sesuai dengan aturan hukum, tidak harus represif, penyiksaan penangkapan secara brutal dan sewenang-wenang. Kami terus akan pantau rakyat kami, dimanapun, karena mereka adalah aset.

Posted by: M. WALELA
Copyright ©Tabloid WANI


Tanggapan anda, Silahkan beri KOMENTAR di bawa postingan ini…!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.