Dark
Light
Today: July 24, 2024

Polisi Memukul Pelajar Papua di Jogja, dengan Tuduhan tak Memakai Helm

Polisi Memukul Pelajar Papua di Jogja, dengan Tuduhan tak Memakai Helm
Korban putri Papua (Naomi) masuk saat gubernur Papua Sedang berbicara di Asrama Papua Kamasan I Jogja, depan ratusan orang Papua yang sedang menyaksikannya, 04/08/2016. Gambar: Doc WANI

Yogyakarta, Tabloid-WANI — Sejumlah pelajar asal Papua di Yogyakarta mengalami kekerasan aparat polisi lalu lintas pada Rabu 3 Agustus 2016.


Naomi
Aim, 16, pelajar dari Papua, menjadi salah satu korban tindakan
represif aparat. Mengendarai sepeda motor Yamaha RX King dari
Maguwoharjo, Sleman, ia dihentikan polisi. Naomi hendak ke Asrama
Mahasiswa Papua Kamasan I, Jalan Kusumanegara, Kota Yogyakarta, untuk
ikut berdialog dengan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Baca juga:

  1. Info terkini: Pertemuan antara Gubernur Papua dengan Mahasiswa Papua dan Gubernur Yogyakarta
  2. Kepada Gubernur Papua, Sultan Tegaskan Larangan Gerakan Separatis di Yogya
  3. Tatap Muka Dengan Gubernur Papua, Sultan Jogja: No Separatist 
Naomi mengaku memakai helm saat berkendara. Meski begitu, dia tetap dicegat polisi di depan Kebun Binatang Gembiraloka.

“Saya
mengerem tiba-tiba, lalu jatuh. Tapi tak langsung ditolong. Polisi
malah memukuli saya. Alasannya, tak bawa helm. Padahal, helm saya jatuh
menggelinding belum saya ambil,” ujar Naomi saat ditemui di Asrama
Mahasiswa Papua Kamasan I.

Berikut video korban putri Papua masuk saat gubernur Papua Sedang bicara yang diunggah oleh channel YouTube Angin Selatan:

VIDEO 1
—————–
 

VIDEO2
—————–
 
***

Naomi mengalami luka di kaki
dan tangan. Bahkan, Naomi mengaku mukanya sempat ditendang polisi.
Motornya ditahan polisi dan dia harus berjalan kaki ke asrama yang
jaraknya sekitar satu kilometer.

Tiba di Asrama Papua, Naomi menangis di tengah dialog antara mahasiswa dengan Gubernur Enembe.

Alfeus
Asso, mahasiswa Papua, mengatakan polisi juga melakukan sweeping di
sejumlah lokasi. Ia mengaku sempat akan ditangkap polisi saat berada di
belakang asrama.

“Saya sempat mau ditangkap. Karena bawa motor, saya cepat pergi. Tangan saya sempat ditarik (polisi),” ujarnya.

Polisi Memukul Pelajar Papua di Jogja, dengan Tuduhan tak memakai Helm
Gubernur
Papua, Lukas Enembe menunjukkan dokumen laporan tindak kekerasan yang
diterima mahasiswa Papua di Yogyakarta. Foto: Ahmad Mustaqim

Enembe
mengaku melihat langsung bagaimana polisi menjalankan sweeping. Sebelum
ke asrama, rombongan Enembe juga sempat dihalangi polisi.

“Pernyataan
Polda (DIY) kepada DPR Papua bahwa akan memberi jaminan keamanan,
ternyata tidak benar. Tadi saya melihat aparat menghalangi mahasiswa
Papua di jalan,” ujar dia.

Ia menegaskan mahasiswa
Papua sebagai warga negara berhak hidup di mana saja. Semua warga negara
Indonesia, lanjut Enembe, memiliki hak yang sama untuk hidup tanpa
tekanan dan intimidasi dari sudut mana pun.

Usai
berdialog dengan mahasiswa, Gubernur Enembe berdialog secara tertutup
dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Keraton
Yogyakarta. Dari pertemuan itu, Sultan berjanji menjamin keamanan
terhadap siapa pun di Yogyakarta, termasuk warga Papua.

“Dia (Sultan) jamin, ‘Semua orang aman di sini’,” ujar Enembe menirukan pernyataan Sultan.

Kepala
Bidang Humas Polda DIY, AKBP Anny Pudjiastuti, membantah jika polisi
melakukan kekerasan. Menurutnya, aparat telah menegakkan hukum tanpa
pandang bulu. “Teman-teman media jangan membesar-besarkan,” ujar Anny.

Copyright ©MetroTv News


Tanggapan anda, Silahkan beri KOMENTAR di bawa postingan ini…!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.