Dark
Light
Today: July 22, 2024
8 years ago
66 views

IKB-PMPJ Se-Jawa dan Bali Menyelenggarakan Musyawara Besar Ke-8 di Semarang

IKB-PMPJ Se-Jawa dan Bali Menyelenggarakan Musyawara Besar Ke-8 di Semarang
Peserta Musyawara Besar IKB-PMPJ se-Jawa dan Bali 2016 di Semarang saat mengikuti Ibadah Pembukaan di hari pertama tanggal 28/12/2016. Foto: Doc. Panitia.

Semarang, Tabloid-WANIPanitia pelaksana Musyawara Besar dan Natal Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Se-Pengunungan Jayawijaya (IKB-PMPJ) “Kab. Jayawijaya, Kab. Lanny Jaya, Kab. Mamberamo Tengah, Kab. Nduga, Kab. Yalimo” Se-Jawa dan Bali tahun 2016 Koordinator wilayah Semarang-Salatiga telah sukses menyelenggarakan kegiatan. Mubes dan Natal ini berlangsung selama empat hari, dimulai dari tanggal 28 Desember 2016 hingga selesai pada tanggal 1 Januari 2017 sekaligus penjemputan tahun baru 2017.

Rapat tertinggi IKB-PMPJ se-Jawa dan Bali ini dihadiri oleh 237 orang (peserta) yang terdiri dari Simpatisan, Anggota tetap, Pengurus dari delapan Koordinator Wilayah (Korwil), (1) Jabodetabek, (2) Bandung, (3) Solo, (4) Yogyakarta, (5) Malang Raya, (6) Surabaya, (7) Bali dan (8) Semarang selaku tuan rumah serta beberapa senioritas IKB-PMPJ.


Kegiatan ini dimulai dengan ibadah pembukaan pada (28/12) yang dipimpin oleh Ps. Ishak Ronsumbre dan dipandu oleh penbawa acara Yulianan Kogoya dkk, dengan tema kegiatan adalah “Together Stronger” atau terjemahannya Bersama Kita Kuat. Ibadah pembukaan dilalui dengan puji-pujian dan penyampaian firman Tuhan oleh Ps. Ishak.

IKB-PMPJ Se-Jawa dan Bali Menyelenggarakan Musyawara Besar Ke-8 di Semarang
Ps. Ishak Ronsumbre. Foto: Doc. Panitia.

Dalam ibadah pembukaan, di sesi terakhir, saat sambutan-sambutan, ketua panitia Mubes dan Natal IKB-PMPJ se-Jawa dan Bali 2016 Semarang, Yahudi Ien Asso menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Saat ketua panitia menyampaikan LPJ, Ia mengatakan.

“Biasanya setiap kali kegiatan IKB-PMPJ dilakukan, terutama agenda tahunan Mubes dan Natal, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya selalu membantu dalam finansial saat diajukan proposal, namun tahun 2016 ini tidak dibantu. Kami sudah ajukan proposal dan pemerintah daerah Kabupaten Jayawijaya sudah menjanjikan untuk membantu, namun setelah komunikasi dari belakang ternyata apa yang disampaikan pemda Jayawijaya tidak ada realisasi, sehingga panitia melaksanakan kegiatan dengan biaya Swadaya dari hasil pencarian dana dan sumbangan dari beberapa korwil serta seniortas” ujarnya saat sambutan.

IKB-PMPJ Se-Jawa dan Bali Menyelenggarakan Musyawara Besar Ke-8 di Semarang
Yahudi Ien Asso, Ketua Panitia Mubes dan Natal IKB-PMPJ se-Jawa dan Bali ke-8 di Semarang – 2016. Foto: Doc. Panitia

Menurutnya, tempat kegiatan yang dipakai dan konsumsi untuk peserta maupun panitia, masih ada tunggakan yang harus dibayar. Kegiatan yang telah berjalan ini hanya dengan dana 60% dari total 100% harus dibayar. Sehingga tunggakan yang belum dibayar, baik gedung aula maupun penginapan, 40% masih belum dibayar, maka panitia sangat mengharapkan bantuan dukungan dari berbagai pihak yang berkaitan untuk bekerja sama dalam menyelesaikan biaya yang belum dibayar, dalam hal ini, terutama pemerintah daerah Kabupaten Jayawijaya.

IKB-PMPJ Se-Jawa dan Bali Menyelenggarakan Musyawara Besar Ke-8 di Semarang
Saat diskusi panel yang dipimpin oleh Ketua BPH Pusat IKB-PMPJ periode 2014-2016 Markus Medlama dan perwakilan senoritas Michael Himan. Foto: Doc. Panitia.

Usai ibadah pembukaan dilalui, kegiatan hari pertama ini dilanjutkan dengan diskusi panel yang dipandu oleh Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) pusat IKB-PMPJ periode 2014-2016 Markus Medlama dan didampingi oleh perwakilan senioritas, Michael Himan. Diskusi panel ini diadakan guna membicarakan tentang dinamika organisasi IKB-PMPJ yang merupakan organ sosial Pelajar dan Mahasiswa dari lima Kabupaten di se-Pengunungan Jayawijaya yang berkota studi di se-Jawa dan Bali. Dinamika yang terjadi dalam organinasi ini adalah terkait banyak pemekaran Kabupaten yang terjadi di Papua, terutama di wilayah Pengunungan Jayawijaya hingga menyebabkan perpecahan antara Pelajar-Mahasiswa dalam organisasi sosial hingga timbul niat untuk mendirikan BPH pusat masing-masing dengan beralasan Kabupaten tersendiri, ingin belajar dst. Dalam hal ini, Pelajar-Mahasiswa asal Kab. Lanny Jaya (Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Lani “HIPMALANI”) dan Kab. Mamberamo Tengah (Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Mamberamo Tengah Papua “IKB-PMMTP”) pada Mubes ke-6 2014 di Bandung sempat mengajukan permohonan untuk berpisah dari IKB-PMPJ dan mendirikan oraganisasi se-Jawa dan Bali sendiri, namun saat itu rekomendasi tidak iberikan oleh BPH pusat IKB-PMPJ karena satu dan lain hal, hingga berlanjut pada Mubes ke-7 tahun 2015 di Jakarta.

Sementara permasalahan internal organisasi ini berlanjut, BPH pusat HIPMALANI dan IKB-PMMTP pun menyelenggarakan kegiatan tanpa rekomendasi resmi dari IKB-PMPJ. Diantaranya mengadakan Mubes dan Natal se-Jawa dan Bali.

Hasil Musyawara Besar IKB-PMPJ ke-7 di Jakarta tidak memutuskan dan memberikan rekomendasi resmi untuk HIPMALANI dan IKB-PMMTP, dikarenakan terjadi perbedaan pendapat antara peserta sidang dan anggota internal (HIPMALANI) lainnya. Dan untuk IKB-PMMTP belum ada komunikasi yang baik antara pengurus serta senioritas, sehingga saat itu hanya diberikan rekomendasi secara simbolis kepada masing-masing pengurus, dengan catatan, rekomendasi resminya akan diberikan pada Mubes ke-8 di Semarang 2016.

IKB-PMPJ Se-Jawa dan Bali Menyelenggarakan Musyawara Besar Ke-8 di Semarang
Penyerahan rekomendasi oleh BPH IKB-PMPJ se-Jawa-Bali periode 2014/2016 dan pengurus baru periode 2016/2018 bersama panitia kegiatan serta pemimpin sidang kepada perwakilan HIPMALANI, Yuliana Kogoya. Foto: Doc. Panitia.

Pada akhirnya, sesuai dengan catatan yang pernah disampaikan oleh BPH pusat IKB-PMPJ saat Mubes di Jakarta pun ditepati pada Mubes ke-8 yang telah berlangsung di Semarang selama beberapa hari lalu ini. Pemberian rekomendasi resmi kepada HIPMALANI, yang diterima perwakilan oleh Yuliana Kogoya pada (31/12) sebagai organisasi sosial Pelajar dan Mahasiswa Lanny Jaya yang berdiri sendiri di se-Jawa dan Bali. Kemudian rekomendasi resmi untuk IKB-PMMTP pada Mubes ke-8 ini tidak diberikan, dikarena perwakilan dari semua sektor IKB-PMMTP di se-Jawa dan Bali setelah mempertimbangan satu dan lain hal, terutama sejak oraganisasi ini berdiri sebagai Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mamberamo Tengah se-Jawa dan Bali, belakangan ini terlihat “vakum” (berjalan tidak maksimal), sehingga untuk sementara waktu dibekukan atas persetujuan perwakilan BPH pusat IKB-PMMTP Nosmin Doga selaku Wakil Ketua dan juga perwakilan dari setiap kota studi Jakarta, Bandung, Solo-Semarang-Salatiga, Malang, Surabaya dan Yogyakarta serta senioritasnya.

Pembekuan IKB-PMMTP secara resmi telah dilakukan di forum ini, dan telah ditandatangani oleh setiap perwakilan dari kota studi masing-masing diatas materai 6000. Dilakukannya pembekuan ini dengan jangka waktu yang tak ditentukan, dengan maksud, akan diberikan rekomedasi ketika IKB-PMMTP siap untuk kembali berdiri sendiri sebagai BPH pusat Jawa-Bali yang tersendiri.

IKB-PMPJ Se-Jawa dan Bali Menyelenggarakan Musyawara Besar Ke-8 di Semarang
Wakil Ketua BPH pusat IKB-PMMTP, Nosmin Doga saat menyampaikan kepada forum tentang pembekuan BPH IKB-PMMTP se-Jawa dan Bali di Semarang. Foto: Doc. Panitia.

Melihat terjadinya perpecahan antara Pelajar dan Mahasiswa Pengunungan Jayawijaya yang merupakan dampak dari pemekaran kabupaten di wilayah pengunungan ini, pada Mubes ke-7 di Jakarta pernah dibentuk sebua forum tertinggi dengan nama Forum Anak Panah (FAP). Forum tersebut dibuat sebagai sebuah wadah taktis atau lembaga tertinggi yang dapat memhubungkan BPH Pelajar dan Mahasiswa satu dan lainnya yang berasal wilayah pengunungan Jayawijaya dan pada umumnya Papua di Jawa-Bali ini.

Pada Mubes ke-8 di Semarang, FAP secara resmi disahkan, dan struktur kepengurusan di forum ini adalah pengurus dari setiap BPH pusat, yaitu Jayawijaya, Nduga (blm ada), Yalimo (blm ada), Mamberamo Tengah (dibekukan), Lanny Jaya di se-Jawa dan Bali. Setelah pembicaraan tentang Forum Anak Panah (FAP), pada hari berikutnya (29/12) dilanjutkan pengesahan FAP.

Setelah FAP disahkan, pembahasan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) IKB-PMPJ dimulai dengan membentuk pemimpin sidang sementara bersama tim formatur dari panitia untuk dapat mengarahkan jalannya sidang, terutama pembahasan mengenai tata tertib Mubes sebelum  dalam memilih pemimpin sidan tetap.

IKB-PMPJ Se-Jawa dan Bali Menyelenggarakan Musyawara Besar Ke-8 di Semarang
Pemimpin sidang sementara, John Siep (kiri) Roni Yustinus Itlay (tengah) dan Merdi Walela (kanan). Foto: Doc. Panitia.

Usai pembahasan tata tertib Mubes oleh pemimpin sidang sementara selesai, tata tertib yang dibahas langsung disahkan. Tata tertib yang dibuat bermaksud agar dalam persidangan pembahasan AD dan ART dapat berjalan dengan lancar.

Tata tertib persidangan disahkan, kemudian dilakukan pemilihan pimpinan sidang tetap untuk dapat mengarahkan jalannya pembahasan AD-ART dan persidangan selanjutnya. Pemimpin sidang terpilih adalah Pemimpin Sidang I (Roy Karoba) Pemimpin Sidang II (Marius Marian) dan Pemimpin Sidang III Emson Wetapo.

IKB-PMPJ Se-Jawa dan Bali Menyelenggarakan Musyawara Besar Ke-8 di Semarang
Pemimpin sidang tetap, Emson Wetapo (kiri) Marius Marian (tengah) dan Roy Karoba (kanan). Foto: Doc. Panitia

Pembahasan AD-ART yang merupakan Undang-undang milik IKB-PMPJ se-Jawa dan Bali yang sudah lama dan berulang kali tidak dibahas sejak tahun 2011 pada mubes ke-5 di Surabaya tersebut dibahas di Semarang. Pembukaan pembahasan AD-ART dibuka oleh Pimpinan sidang I, Roy Karoba dengan 3 kali ketukan palu sidang dan lanjutkan secara bergantian oleh pimpinan sidang lainnya. Agar pembahasan terselesaikan dengan baik dan cepat, dilakukan dengan membagikan kelompok (peserta) per komisi dan diberi pertanggungjawaban per BAB untuk dibahas.

IKB-PMPJ Se-Jawa dan Bali Menyelenggarakan Musyawara Besar Ke-8 di Semarang
Pembahasan AD-ART berdasarkan pembagian komisi 1 s/d 5. Foto: Doc. Panitia.

Dalam pembahasan AD BAB IV pasal (8) ayat (1) tentang Keanggotaan, sesuai dengan pernyataan dan pemberian rekomendasi kepada Pelajar dan Mahasiswa Lanny Jaya, maka pada pasal keanggotaan di Anggaran Dasar IKB-PMPJ, nama Kab.Lanny Jaya dihilangkan, namun untuk Kab. Maberamo Tengah, Kab. Yalimo, Kab. Nduga dan Kab. Jayawijaya masih dibawa naungan IKB-PMPJ. Satu hari Pembahasan AD dan ART kurang cukup, sehingga dilanjutkan pada hari berikutnya (30/12).

Pada tanggal 30, pembahasan AD-ART dilanjutkan, ada beberapa pasal yang diubah, ditambahkan dan dikurangi hingga selesai. Setelah pembahasan AD-ART selesai, panitia pelaksana memberikan waktu 1 Jam untuk beristrahat sekaligus makan sebelum melanjutkan pada sesi berikutnya, yaitu pemilihan Badan Pengurus Harian (BPH) pusat. Calon yang maju pada pemilihan kali ini adalah, (1). Nius Kenelak (Solo), (2). Robert Hisage (Yogyakarta), (3). Yosafat Elopere (Jakarta) dan (4). Melkianus Walela (Surabaya). Pada sesi lanjutan, usai istrahat dan makan siang, keempat calon mempersiapkan diri untuk menyampaikan visi dan misi.

IKB-PMPJ Se-Jawa dan Bali Menyelenggarakan Musyawara Besar Ke-8 di Semarang
Perngurus terpilih IKB-PMPJ pusat se-Jawa dan Bali periode 2016-2018. Foto: Kiri ke kanan: 1. Yosafat Elopere (mera), 2. Robert Hisage, 3. Melkianus Walela dan 4. Niua Kenelak. Foto: Doc. Panitia.

Penyampaiakan visi dan misi dari keempat calon selesai, dilanjutkan pemilihan BPH pusat baru, dengan cara voting, dan suara terbanyak pertama diungguli oleh nomor urut tiga atas nama Yosafat Elopere dan terpilih sebagai ketua. Suara terbanyak kedua diungguli oleh Robert Hisage dan terpilih sebagai Wakil Ketua serta suara terbanyak ketiga diungguli oleh Melkianus Walela sebagai sekretaris dan keempat diungguli oleh Nius Kenelak sebagai bendahara.

Setelah hari ketiga selesai pembahsan AD-ART dan pemilihan pengurus IKB-PMPJ pusat dilakukan, pada tanggal (31/12) dilanjutkan dengan ibadah penutupan sekaligus Natal dan Penjemputan Tahun Baru 1 Janurai 2017 yang dipimpin oleh Fr. Michael Mulait dan dipandu oleh beberapa anggota IKB-PMPJ dari Korwil Yogyakarta. Saat ibadah penutupan sekaligus Natal dan Penjemputan Tahun Baru 1 Janurai 2017 ini, dilakukan juga pengukuhan pengurus BPH pusat yang baru.

IKB-PMPJ Se-Jawa dan Bali Menyelenggarakan Musyawara Besar Ke-8 di Semarang
Michael Mulait. Foto: Doc. Panitia.

Hari Minggu 1 Januari 2017 adalah hari terakhir dari kegiatan Musayawara Besar dan Natal IKB-PMPJ se-Jawa dan Bali di Semarang, saat bersalaman dengan peserta yang hadir dari delapan Koordinator Wilayah se-Jawa dan Bali, sebelum berpisah dari Semarang, menurut ketua panitia Mubes ke-8 Semarang, Yahudi Ien Asso, karena kegiatan ini adalah agenda tahunan IKB-PMPJ yang berkelanjutan, sehingga dalam sambutan terakhirnya mengatakan, natal tahun 2017 akan dilaksanakan oleh Koordinator IKB-PMPJ Wilayah Malang Raya (Korwil Malang) dan anggota Korwil beserta pengurusnya yang hadir menyambutnya dengan meriah.

Dengan demikian maka natal IKB-PMPJ tahun 2017 akan berlangsung di Malang, kemudian pelaksanaan Mubes dan Natal di Semarang selesai dan semua perseta, pengurus masing-masing Korwil serta senioritasnya kembali ke setiap kota studinya.

Sekilas tentang IKB-PMPJ


Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa se-Pengunungan Jayawijaya atau IKB-PMPJ adalah organisasi sosial Pelajara dan Mahasiswa se-Pengunungan Papua yang tertua di Jawa dan Bali. Dulunya sempat menggunakan nama (Jayawijaya Paniai “Jayapan”), namun setelah belakangan ini terjadi banyak pemekaran Kebupaten di wilayah pengunungan Papua, sehingga dampak dari itu menyebabkan terjadi juga banyak pendirian organisasi sosial masing-masing oleh (pelajar-mahasiswa) di se-Jawa dan Bali sesuai dengan Kabupatennya masing-masing.

IKB-PMPJ Se-Jawa dan Bali Menyelenggarakan Musyawara Besar Ke-8 di Semarang
Logo IKB-PMPJ se-Jawa dan Bali. Gambar: Doc. Panitia.

Posted by: ERIK W
Copyright ©Tabloid WANIHubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

0 Comments

  1. Salut.. Untuk Kekompakannya Mohon Jika Kami Tidak Bisa Hadir dan Kami dari Korwil Mamteng Malang mewakili senioritas Ingin mengucapkan Selamat & Sukses Untuk Kepengurusan Baru Semoga Lebih Baik Lagi ''KEKOMPAKAN DAN KEBERSAMAAN ADALAH KEKUATAN KIA''

Leave a Reply

Your email address will not be published.