Dark
Light
Today: July 21, 2024
7 years ago
56 views

Otis Tabuni: Pemda Nduga Segera Atasi Nasib Mahasiswa Nduga Se Indonesia

Foto: Otis Tabuni

Tabloid-Wani.com, Jawa Tengah, Sabtu, 22 Juli 2017Otis Tabuni selaku ketua pusat Badan Pengawas Organisasi Pusat Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga se-Indonesia (BPOP-IPMNI) menyampaikan pemerintah Kabupaten Nduga sedang melantarkan Mahasiswa Nduga se Indonesia. Hal itu menurutnya sudah lama kami berjuang terkait dengan telah berakhirnya masa kontrakan Nduga se Indonesia pada awal Juli. Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa telah melakukan komunikasi pihak pemda, namun khusunya kepalda Dinas Keuangan dan P& K kabupaten Nduga susah sekali untuk komunikasih dengan mereka. Menurut informasi, nomor kontak kekpala Dinas keuangan tidak aktif, sedangkan kadis P&K susah mendapatkan info dan keberadaannya. Sedang ketua BPOP telah memberitahukan situasi ini kepada Sekda Kabupaten Nduga, Bapak Namia Gwjangge S.Pd.M.Si, lalu menurutnya akan bertemu  Buapti untuk laporkan kondisi Mahasiswa agar dapat mengeluarkan kebijakan sehingga penyaluran bantuan study bisa diproses dalam minggu ini, menurutnya. Kemudian, begitu ditanya upaya lain, selain ke Pemda, Ia (Otis) menjawab bahwa kami sudah melakukan negosiasi dengan pemilik rumah dari masing-masing kota study, stiap tuan rumah berbda pemikiran sehingga ada yang memberikan kesempatan 1 bulan, ada yang hanya memberikan 1 minggu dan 2 minggu. Hal itu terlihat, kota study yang hanya memberikan toleransi dengan waktu 1 minggu dan 2 minggu terpaksa harus meninggalkan rumah karena telah lewat dari batas waktu yang disepakati. Kota Study yang sudah tinggalkan tempat mereka tinggal adalah Mahasiswa kota Study Bandung, Malang, Surabaya dan Ypgyakarta. Sedangkan yang mlain masih dalam tegang waktu. Untuk Indonesia tengah, menurut info hanya memantau situasi sedangkan beberapa kontrakan bisa ada peluanh 1 bulan berhubung mereka sudah menetap diatas 5 tahun sehingga tuan rumah sudah kenal mereka. Sedang untuk wilayah Timur di Sorong ada 10 Mahasiswa, Manokwari 30an Mahasiswa, Merauke 25 Mahasiswa ditambah pelajar dan di Agats terdapat kontrakan pelajar aal Nduga yang pengadaan biaya kontrakan rumahnya adalah Pemda Kabupaten Nduga, menurut info via selluler, tegas Otis.

Menurut Dia, Dengan adanya situasi in, pemda tidak bisa alasan tidak ada anggaran sebab pertama, SDM Nduga menjadi tanggungjawab mutlak bagi pemerintah Kabupaten Nduga. Apa lagi UUNomor 6 tahun 2008 tentang pemakaran kabupaten Nduga di pasal 8 secara tegas mengatur tentang urusan apemerintah daerah yang menjadi kewenangan kabupaten Nduga mencakup urusan wajib dan urusan pilihan lalu dibidang pendidikan menjadi urusan wajib yang ditetapkan pada poin a hal itu berarti pendidikan menjadi perioritas utama, oleh karenanya tidak ada alasan apapun dalam penyaluran biaya study khsusunya pembayaran kontrakan yang masa kontraknya berakhir sehingga Mahasiswa di minta tinggalkan rumah oleh pemilik rumah, tegasnya. Oleh Karena itu, Saya mendesak kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nduga agar segera merealisasikan anggaran bantuan study se Indonesia secara khusus untuk mengamankan rumah kontarakan. Pemerintah Kabupaten Nduga tidak boleh menutup mata dan melalaikan musibah yang dialami Mahasiswa yang berasal dari  kabupaten Nduga  se Indonesia. Saya sebagai pimpinan organisasi Mahasiswa Nduga  menilai pemda Kab. Nduga menutup mata sementara Mahasiswa Nduga se Indonesia sedang melarat dan pengusiran dimana-mana.

Kami paham bahwa Pemda Nduga sedang dalam reposisi pemerintahan. Tetapi tugas utama Pemerintah Nduga dalam kondisi apapun mutlak selamatkan generasi yang sedang mengenyam pendidikan. Segera rumahkan Mahasiswa/Mahasiswi yg terlantar di Jawa dan Bali. Demikain tegasnya. 

Posted by: Tabloid-Wani.com 
Copyright © Hasil Komunikasi Via Selluler
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.