Dark
Light
Today: July 24, 2024
7 years ago
39 views

Aksi 1000 Lilin untuk Deiyai di Berbagai Kota di Papua

Aksi 1000 Lilin untuk Deiyai di Berbagai Kota di Papua
Aksi 1000 Lilin untuk Deiyai di depan kantor DPRD Jayawijaya, Papua.

Jayapura — Lilin-lilin dinyalakan di Jayapura
dan di Jayawijaya, — menyusul di kota-kota lainnya di Papua –sebagai
ungkapan dukacita atas penembakan oleh aparat terhadap warga sipil di
Kabupaten Deiyai, yang menyebabkan seorang tewas dan beberapa orang
lainnya luka-luka.

Aksi 1000 Lilin untuk Deiyai di Berbagai Kota di Papua
Aksi 1000 Lilin untuk Deiyai di Jayapura.

Di Jayawijaya, aksi menyalakan 1000 lilin pada hari
Sabtu malam (05/08) dilakukan di halaman Kantor DPRD kabupaten
Jayawijaya. Aktivis HAM Papua, Theo Hasegem, yang turut berbicara dalam
acara itu mengatakan penembakan tujuh warga sipil di Deiyai, sudah
menjadi pemberitaan dunia.

Ia menilai aparat yang
menggunakan senjata untuk membungkam rakyat sangat keliru, karena
senjata bukan milik TNI atau Polri, tetapi anggota diberikan mandat oleh
rayat.

“Kalau rakyat yang ditembak artinya senjata memakan tuanya sendiri,” tutur dia dalam aksi itu.

Ia menambahkan, kasus Deiyai dapat menambah alasan bagi aspirasi penentuan nasib sendiri di kalangan rakyat Papua.
“Advokasi pelanggaran HAM tidak perlu di Indonesia, tetapi kita advokasi langsung di dunia internasional,” kata dia.

Acara
penyalaan 1000 lilin dai Jayawijaya diisi dengan pujian dan
ibadah.Ibadah dipimpin oleh Pendeta Yoram W. Yogobi, yang antara lain
menekankan bahwa setiap manusia adalah ciptaan Allah yang mulii sehingga
diciptakan bukan untuk saling membunuh, menganiaya dan bukan untuk
saling membenci.

Sejumlah aktivis HAM juga melakukan
aksi serupa di Jayapura pada hari Minggu (08/08). Aksi tersebut
merupakan ekspresi duka dan kecaman atas penembakan yang dilakukan
aparat Kepolisian terhadap warga sipil di Deiyai, Papua, 1 Agustus lalu.

Selanjutnya, aksi 1000 lilin direncanakan akan
berlangsung di Manokwari dan secara serentak di seluruh Papua pada hari
Rabu (09/08).

Manakala media arus utama di Tanah Air
tidak terlalu antusias memberitakan kasus penembakan tersebut, media
luar negeri justru sambung-menyambung melansir peristiwa berdarah
tersebut.

Aksi 1000 Lilin untuk Deiyai di Berbagai Kota di Papua

“Berita
kematian adik saya telah mendunia, hentikan kejahatan di Papua,” kata
Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Adiknya yang dimaksud adalah
Yulianus Pigai, korban yang tewas oleh penembakan aparat di Deiyai.
Yulianus Pigai bukan adik kandung Natalius, melainkan adik karena satu
marga.

Kecaman dan kutukan terhadap penembakan
tersebut berdatangan dari berbagai pihak, mulai dari gereja Katolik
maupun Protestan, Komnas HAM dan aktivis HAM lainnya.

Markus Haluk, aktivis HAM Papua yang juga anggota tim kerja United Liberation Movement for West Papua (ULMWP),
dalam ungkapan dukacitanya menekankan, apa yang terjadi di Deiyai
merupakan cermin dari pelanggaran HAM yang sudah berlangsung selama 56
tahun. “Indonesia telah dan terus melakukan Pelanggaran HAM pada rakyat
bangsa Papua yang berakibat pada terjadi proses genosida,” kata dia.

Ia
menyerukan kepada negara-negara anggota Dewan HAM PBB melakukan sidang
khusus untuk membentuk Tim Investigasi independen guna menyelidiki
indikasi terjadinya genosida pada rakyat bangsa Papua sejak 1963-2017.

Ia
juga menyerukan solidaritas rakyat dari Pasifik (Melenesia, Polinesia,
Micronesia, Australia), rakyat Indonesia, Asia, Eropa, Amerika, Amerika
Latin, Afrika, Carribea bagi penyelamatan sisa 1,5 juta manusia Papua.

Copyright ©Satu Harapan “sumber”
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.