Dark
Light
Today: July 24, 2024

Fatal Siswa SD di Waropen terlantar karena tidak ada tenaga pengajar yang difinitif

https://tikome.files.wordpress.com/2017/07/orca-image-1501431496774-jpg_1501431496960.jpeg
Foto Keadaan Bangunan infrastruktur sekolah yang sedang di keliingi rumput hijau Tepatnya Kabupaten: Waropen Kecamatan/Distrik: Demba
Desa: Bokadaro . Pada 5 Agustus 2017 (Nies Tabuni )

Bagunan miris tinggi Tepatnya Kabupaten: Waropen Kecamatan/Distrik: Demba
Desa: Bokadaro . Pada 30 juli 2017 ( Nies Tabuni)

Sumber: http://www.tabloid-wani.com/2017/08/fatal-siswa-sd-di-waropen-terlantar.html

Bagunan miris tinggi Tepatnya Kabupaten: Waropen Kecamatan/Distrik: Demba
Desa: Bokadaro . Pada 30 juli 2017 ( Nies Tabuni)

Sumber: http://www.tabloid-wani.com/2017/08/fatal-siswa-sd-di-waropen-terlantar.html

Menyedihkan pendidikan kampung  di SD YPK PAULUS WONTI
BOKADARO kekurangan tenaga pengajar

Waropen  Fakta,   Pendidikan adalah kunci membuka jalan yang
buntut maka Tepatnya Kabupaten: Waropen Kecamatan/Distrik: Demba
Desa: Bokadaro . Pada 5 Agustus 2017
sekolah ini adalah salah satu Sekolah Dasar yg sudah lama berdiri di desa
Bokadaro yang mana tenaga pengajar sangat minim.

Tenaga pengajar tetap yang ada hanya terdiri dari 1 Pegawai negeri sipil PNS
yaitu Kepala sekolah dan pengajar lainnya hanya tenaga pengajar dengan sistem
kontrak (honorer) dengan jumlah minim sebanyak 3 orang.namun tidak berjalan mulus.  Ini merupakan hal penting yang harus
diperhatikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Waropen. Demi majunya generasi yang berkualitas.
“Menurut kepala sekolah SD YPK
Paulus Wonti Bokadaro bahwa sejak masa jabatannya pada 2012, beliau beberapa
kali telah melaporkan kondisi tersebut ke dinas pendidikan setempat, namun hal
tersebut belum diresponi, sehingga kondisi SD YPK paulus Wonti Bokadaro tetap
sama sampai saat ini.

Kadang proses belajar mengajar tidak berjalan dengan baik sama seperti sekolah
dasar lainya, hal ini disebabkan karena kurangnya tenaga kerja guru, beberapa murid
SD YPK Paulus harus menempuh perjalanan sejauh 1 sampai 2 kilo meter dengan
berjalan kaki, semangat belajar anak”
murid di SD tersebut sangat tinggi,
namun kadang semangat mereka dipatahkan oleh ketidak hadiran guru honorer, bisa
dikatakan bahwa, ada dan tidaknya proses belajar anak” murid tergantung pada
guru honorer yang kadang tidak datang, walaupun datang, kadang juga tidak
mengajar, kondisi ini sangat memprihatinkan.
Saya sebagai guru SD YPK Paulus Wonti Bokadaro, merasa sangat kecewa ini
berharap pemerinta memperhatikan hal ini tutur Paulus “ perhatian pemerintah
dengan kondisi seperti ini yang belum ada perubahan signifikan,oleh pemerinta   kepala
sekolanya “saya sangat berharap kepada Dinas pendidikan setempat, supaya dapat
memperhatikan secara serius terhadap hal ini,karena ini menyangkut masa depan
anak bangsa west papua. Pungkas di media  media


Posted by:  Nies Tabuni
Copyright ©“Majalah Akar rumput”
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.