Dark
Light
Today: July 20, 2024
7 years ago
37 views

Ini Press Release Resmi Samuel Tabuni Atas Kasus Deiyai 01 Agustus 2017

Foto Samuel Tabuni, Saat Kunjungan Resmi 

Kerja Sama PLI dan Kamerun di Kamerun
Bulan Juli 2017

Jayapura, 02 Agustus 2017, Samuel Tabuni, Direktur Papuan Leguage Institut mengeluarkan Release resmi atas kasus Deiyai oleh aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian daerah setempat yang menelan korban nyawa rakyat Deiyai. dibawah ini pernyataan Samuel melalui postingan  akun Facebok pribadinya.
Melihat kondisi terakhir ketika masyarakat saya di Deiyai dengan mudah dan gampang ditewaskan oleh Oknum Aparat POLRI dengan cara sewenang2 mengeluarkan senjata Api sebagai alat negara yang sah. Saya meminta negara harus bertanggungjawab memproses oknum pelaku dan komandannya.
Penggunaan sentaja api di Papua harus ada protab atau SOP khusus sesuai perundang-undangan yang berlaku. Jika berhadapan dengan OPM silakan TNI/POLRI maju dengan senjata lengkap karena mereka bersenjata. Jika menghadapi demo mahasiswa dijalan dan konflik warga di daerah/kampung kedepankan metode yang manusiawi, mengayomi dan melindungi.
Aparat Negara tentunya adalah mereka yang terdidik dan memiliki kemampuan yang lebih mapan dibandingkan dengan masyarakat Asli Papua.
Oleh karennya, saya ingin bertanya ancaman yang diberikan oleh masyarakat saya di Deiyai benar-benar mengancam nyawa para aparat Negara dalam bertugas? Kalau Ya, Masyarakat saya pakai senjata apa? Lalu, aparat negara mendapat luka yang sangat mengancam nyawa atau salah satu dari aparat Negara tewas ditangan masyarakat Deiyai? Apakah upaya aparat menghadapi masyarakat saya di Deiyai memang harus menggunakan senjata Api lantaran kekuatan atau pressure melebihi kekuatan personil aparat Negara? Apakah proteksi nyawa para aparat Negara lebih penting atau rakyat yang dilindunginya yang lebih penting? Jika keselamatan nyawa aparat negara lebih penting untuk dilindungi, saya sangat khawatir nasib saya dan warga masyarakat di Papua?
Aparat TNI/POLRI tanpa ada pendidikan yang mapan tentang Ideologi dan politik Berbangsa dan Bernegara pasti mereka akan menjadi sumber potensi konflik dan kriminal/pengacau Kedaulatan Bangsa.
A Soldier without any political or ideological education, is a Potencial Criminal.
Samuel Tabuni
Direktur, Papua Language Institute (PLI)

Posted by: Otis Tabuni
Copyright © facebook Sprit Nduga
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.