Dark
Light
Today: July 20, 2024
7 years ago
31 views

Pegunungan Tengah Papua Football Club (PTP FC) Juara 1 IPMAPUJA CUP I 2017

Pegunungan Tengah Papua Football Club (PTP FC) Juara 1 IPMAPUJA CUP I 2017
Foto PTP FC saat menerima Piala IPMAPUJA CUP I di Lapangan UKRIM Yogyakarta. Foto: (Otis/WANI).

Yogyakarta, Tabloid WANI — 01 Agustus 2017, PTP FC Juara 1 IPMAPUJA CUP I Se Jawa dan Bali. Pertandingan Grand Final diselenggarahkan pada hari ini, Selasa (01/08/17) di lapangan sepak bola Ukrim, daerah istimewa Yogyakarta.

Pada awalnya, turnamen IPMAPUJA CUP I dimulai sejak bulan Juli hingga diakhiri dengan partai final pada hari ini. Sejak awal dimulainya pertandingan hingga partai final tadi, PTP FC belum pernah mengalami kekalahan dari semua tim yang mereka ketemu pada laga ini. Pada partai Grand Final tadi sore, PTP FC Salatiga berhadapan dengan PASKO FC (Pasukan Koteka Foodbal Club ) Yogyakarta dan akhirnya di menangkan oleh PTP FC dengan score 2-0. Pada laga bergengsi tersebut, Gol pertama untuk PTP FC dicetak oleh Herry Gabriel Wenda di menit ke 12 dan gol kedua dicetak oleh Pieter Rendra pada menit ke 85, sedangkan PASKO FC melakukan berbagai upaya namun belum membobolkan gayang lawan hingga akhir pertandingan.

Pantauan langsung media ini, laga partai final diselenggarakan di stadioan UKRIM Yogyakarta pukul 15:00 WIB. Kedua tim bermain sangat tegang dan keras hingga menghasilkan berbagai kartu kuning terutama 6 kartu kuning dan 1 kartu merah untuk tim PASKO FC sedangkan PTP FC memperoleh 1 kartu kuning.

Setelah menerima piala dan uang pembinaan, Menajer Team PTP.FC, Melik Urpon, menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh suporter PTP FC mania, Senior, pemain dan semua pihak yang selalu mendukung dalam pertandingan ini hingga telah merebut juara. Kami layak menjuarai hari karena kami telah menunjuka kualitasnya melalui IPMAPUJA CUP I sejawa dan Bali jadi sangat sangat layak kami mendapat juara 1tegasnya.

PTP FC merupakan tim yang memiliki materi pemain diatas rata-rata sehingga kemapuan pemain baik secara indivindu maupun kolektivitas team sangat rapi dan sulit untuk menjebol gawang mereka. PTP FC juga tim yang baru saja mendapat juara 1 divisi I Pengcap PSSI kota Salatiga tahun 2017 dan berbagai prestasi dalam turnamen-turnamen antar club di jawa tengah. PTP FC melahirkan banyak pemain yang juga sekarang ada yang telah bergabung ke liga 2 dan banyk pemain yang dapat dipanggil kemana-kemana.

selain juara, Kekecewaan PTP FC terjadi ketika Piala bergilir tidak diserahkan kepada tim juara, namun mereka menetapkan piala bergilir kepada tim yang memperoleh juara 2 ( PASKO). Menurut Cupten tim PTP FC, Remond Nirigi, dan beberapa senior lainnya menyatakan bahwa keputusan panitian pelaksana melanggar aturan sepakbola baik PSSI maupun FIFA, sehingga hal ini menjadi pembelajaran bagi panitia juga semua pihak. Menurut pantauan media ini, PTP FC memintah panitia agar menjelaskan dasar hukum atas penyerahaan piala bergilir kepada PASKO yang posisinya juara 2 juga tim dari panitia sendiri. Setalah menemuhi panitia, mereka kembali pada posisi mereka sehingga tak dapat diserahkan kepada PTP FC sebagai piala bergilir.

Hal tersebut, membuat termakan waktu sekitar 1 jam di lapangan pertandingan, namun akirnya pihak PTP FC menerima keputusan yang dibuat oleh panitia. Cupten Tim PTP FC menegaskan bahwa hal ini sdh melanggar kode etik sepakbola, sehingga bagi PTP FC nanti, IMPAPUJA CUP II tahun yang akan datang bebas dari biaya pendaftaran., kedua, piala bergilir serahkan kepada tim pemenang lalu tim pemenang serahkan kembali kepada IPMAPUJA pada waktu sebelum dimualai pertandingan pembukaan nanti. jadi kami harus dapat undangan terhormat, demikan tegasnya.

Selain itu, posisi pemain terbaik dipertanyakan, pemain terbaik jatuh kepada pemain dari tim PASKO FC tersebut memiliki catatan telah memperoleh kartu kuning, biasanya, darimanapun kalau pemain terbaik jatuh kepada tim juara. bagaimanapun pemain terbaik adalah milik tim juara tetapi kok jatuh pada orang yang terakumulasi karu dianggap sebagai pemain terbaik? berarti mereka ini tidak tahun aturan sepakbola, tegas Pius Katagame. Hal ini menjadi pembelajaran bagi panitia pelaksana agar kedepan tidak sekamapungan ini, kata pendukung PTP FC.

Posted by: Otis E. Tabuni
Copyright ©Tabloid WANI “sumber”
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.