Dark
Light
Today: July 21, 2024
7 years ago
55 views

Petisi Kemerdekaan West Papua Menuju PBB

Petisi Kemerdekaan West Papua Menuju PBB
Kapten Tim #SwimForWestPapua, Joel Evans (kiri) sedang menyerahkan dekumen petisi rakyat West Papua kepada Pemimpin Kemerdekaan West Papua, Benny Wenda (kanan), untuk diajukan kepada PBB pada akhir bulan Agustus tanggal 30 dan bulan September 2017 ini.

Port Numbay — Petisi tuntutan kemerdekaan West Papua dari kolonial Indonesia, yang digalang di provinsi Papua dan Papua Barat (Indonesia), akan diajukan oleh pemimpin Papua Merdeka pada akhir bulan (September) ini, kepada Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), di New York.

Tantangan terhadap semua pihak yang terlibat dalam upaya dukungan untuk West Papua menuju PBB ini cukup berat.

Pengajuang petisi kepada PBB ini telah dimulai pada minggu kemarin (30/08). Enam (6) orang atlet renang dari Inggris telah membawa petisi rakyat West Papua menyebrangi Danau Jenewa, sejauh 69 km selama 30 Jam (dua hari dua malam, tanpa henti) ke markas besar PBB di Jenewa.

Baca berikut ini:

  1. Renang Tim #SwimForWestPapua Telah Dimulai
  2. Renang Tim Swim for West Papua Terus Berlanjut Hingga Malam

Jarak Danau Jenewa 72 km tersebut telah menarik perhatian publik pada petisi itu menujun tahapan selanjutnya ke markas besar PBB.

Baca ini: (Renang #SwimForWestPapua Telah Berhasil Membawa Petisi West Papua Menyeberangi Danau Jenewa)

Pemimpin Kemerdekaan West Papua, Benny Wenda mengatakan, Ia akan menyerahkan dokumen tersebut kepada Sekretaris Jenderal (SekJend PBB) dan C24 (Komite khusus mengenai Dekolonisasi), seperti yang dilansir Radio New Zealand (6/09/2017).

Dia mengatakan, ada proses yang ketat untuk memverifikasi ribuan tanda tangan yang diterima sejauh ini dari wilayah Papua di Indonesia.

“Indonesia selalu mengatakan itu adalah hanya segelintir orang yang berbicara tentang kemerdekaan, hanya mimpi dan fantasi, tapi sekarang kita menunjukkan bahwa semua minoritas yang ingin kemerdekaan dan itu berarti kehadiran Indonesia di West Papua ilegal.”

Berenang menyebrangi danau Jenewa bukanlah satu-satunya rintangan dalam mengajukan petisi ke New York.

Petisi Kemerdekaan West Papua Menuju PBB
Kampanye Papua Merdeka di Danau Jenewa, Swiss (28/08/2017).

Benny mengatakan, 42 orang telah disiksa dan dua orang ditangkap di West Papua oleh militer Indonesia saat kegiatan petisi, termasuk anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB), atau yang pro-Kemerdekaan.

Ia mengatakan, Yanto Awerkion ditangkap pada 23 Juni dalam sebuah demonstrasi yang mempromosikan petisi tersebut dan dia masih dalam tahanan setelah dikenai tuduhan pengkhianatan.

Di Indonesia, pengkhianatan bisa membawa hukuman seumur hidup.

Perlakuan yang keras oleh kolonial Indonesia mendorong banyak orang West Papua ke pengasingan atau mengasingkan diri.

Perwakilan #FreeWestPapuaCampaign di Belanda, Oridek Ap, mengatakan bahwa, dia melarikan diri 34 tahun yang lalu.

“Saya belum pernah kembali ke Papua sejak Indonesia membunuh ayah saya pada tahun 1984. Kematiannya adalah motivasi saya untuk membela rakyat saya.”

Arnold Ap, Ayahnya Oridek Ap, merupakan seorang Musisi dan Antropolog. Ia meninggal di penjara, di mana dia ditahan tanpa tuduhan.

Dia terbunuh setelah ada tembakan dibelakangnya.

Kelompok hak asasi manusia dan akademisi memperkirakan bahwa lebih dari 150.000 orang Papua telah meninggal sejak pendudukan Indonesia dimulai pada tahun 1960an.

Oridek Ap dan bersama dengan beberapa lainnya telah berada di Jenewa untuk penjemputan 6 orang perenang yang menyeberangi danau Jenewa membawa petisi itu.

“Kami mewakili rakyat kami, rakyat West Papua, dengan bernyanyi dan menari untuk menyambut para perenang. Karena itulah kami di sini, untuk mendukung mereka.”

Ap mengatakan, dukungannya mewakili 1500 orang West Papua yang mengasingkan diri di Belanda.

Pendukung lainnya adalah Harry Jenkinson yang berusia 21 tahun dari Inggris.

Pelatih veteran tersebut telah terlibat sejak berusia 14 tahun dan berada di Jenewa untuk mengatur rencana perjalanan tim petisi.

“Rakyat West Papua mereka sangat senang dan terinspirasi, tadi malam kami mendapatkan informasi dalam foto bahwa, mereka (rakyat West Papua) menonton renang kami (#SwimForWestPapua) lewat layar lebar di Papua”

Petisi Kemerdekaan West Papua Menuju PBB
Benny Wenda, Pemimpin Papua Merdeka, juru bicara ULMWP.

Juru bicara ULMWP, Benny Wenda, mengatakan bahwa, dirinya yakin petisi tersebut akan membuka mata dunia terhadap perlunya sebuah pemungutan suara yang diawasi secara internasional untuk kemerdekaan West Papua.

“Suara kita (West Papua) telah dibungkam dan disembunyikan di bawah karpet selama 50 tahun lebih, sehingga ini adalah momen bersejarah dan kita perlu memastikan bahwa petisi tersebut akan diserahkan dengan benar.”

Aneksasi wilayah West Papua ke dalam Indonesia dilakukan melalui Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) pada tahun 1969.

Pepera dilakukan hanya 1025 orang, atau sekitar 0,2 persen penduduk pada saat itu, yang ikut dalam paksaan, namun itu dianggap oleh rakyat West Papua “tidak sah”, karena dilakukan penuh dengan cacat hukum dan moral.

Menurut Wenda, ada tanggung jawab PBB untuk memperbaiki ketidakadilan historis ini dengan memfasilitasi proses penentuan nasib sendiri yang sah.

Petisi Kemerdekaan West Papua Menuju PBB
Tim #SwimForWestPapua membawa petisi bangsa Papua, sedang menyeberangi Danau Jenewa di Swiss (29/08/2017). 
Petisi Kemerdekaan West Papua Menuju PBB
Tim #SwimForWestPapua membawa petisi bangsa Papua, sedang menyeberangi Danau Jenewa di Swiss (29/08/2017).
Petisi Kemerdekaan West Papua Menuju PBB
#FreeWestPapuaCampaign sedang melakukan penjemputan tim #SwimForWestPapua yang berhasil membawa petisi West Papua meneyebrangi Danau Jenewa itu.
Petisi Kemerdekaan West Papua Menuju PBB
Petisi Kemerdekaan West Papua Menuju PBB
Petisi Kemerdekaan West Papua Menuju PBB

Copyright ©Radio New Zealand | Tabloid WANI “sumber”
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.