Dark
Light
Today: July 20, 2024
7 years ago
53 views

Indonesia Gagal membangun Papua di bidang kesehatan

Kesehatan masyarakat Papua sangat tidak terkontrol

Jayapura .kesehatan masyarakat Papua semakin bentrok dan tidak kondusif Masyarakat asal Papua  Tambrauw yang lagi derita kangker belum bisa di tolong Zona west Papua.

Seputar *Kronologis singkat*
DERITA KAKAK OBED WABIA SATU TAHUN Berjuang Mencari Kesembuhan Di Tanah Papua

Manokwari 25 Oktober 2017
Obet Wabia Hanya bisa duduk menderita, tak bisa melawan rasa sakitnya.  Tumor telah merengut Kegembiraanya.
Pemuda Berusia 38 tahun ini hanya bisa mengerang kesakitannya dan Menangis ketika Benjolan disamping Kiri mulut semakin membesar.

Pria Asal kampung Wefiani ini menderita Tumor sejak bulan November 2016, Setiap Hari Harus Merasakan kesakitan dari dalam mulut hingga seluruh tubuhnya, dengan pekerjaan sehari hari menjadi petani dan Sebelum Menderita Sakit Tumor, Saudara Obed juga salah satu tenaga pendidik yang diperbantukan mengajar di salah satu sekolah Dasar  di kampung Yomber Distrik Roswar, Kabupaten Teluk Wondama, Sehingga Wabia sudah Tak mampu membiayayi Pengobatanya.
Obed Wabia dan keluarganya yang  di Kampung wefiani, distrik Amberbaken , kabupaten Tambrauw.
Awalnya, Mengira bahwa dalam mulut yg terkena kapur pinang hingga terluka dan hanya luka biasa.(Bisul) Seiring Hari berganti Hari, benjolannya pun semakin membesar.

“Benjolan besar disamping kiri
 mulutnya sebesar buah Mangga, setiap hari hanya tangisan dengan menjerit kata sakit, terutama saat mau makan dan minum Air setiap waktu selalu ditemani oleh Istri tercintanya, Makan Makanan saja tidak bisa, Ucap Obed Wabia sambil menjerit Kesakitan.

Obed wabia mengaku Sudah berapa Kali pergi berobat di Puskesmas Amberbaken akan tetapi, karena saat itu Petugas kesehatan  lagi ada pertemuan sehingga Hanya memberikan Obat untuk membersikan Luka, dan menyarankan memberikan surat Rujukan ke RS Umum Manokwari, Namun setelah itu tidak ada surat rujukan yang diberikan Oleh petugas kesehatan, Menjelang dua Hari Obed meminta surat rujukan tetapi tidak ada tindakan serius.”kata obed” Dengan Usahanya sendiri, Obed wabia Menuju Rumah Sakit Umum Kabupaten Manokwari menggunakan transportasi  Darat pada bulan februari 2017, setibanya di RS Umum Manokwari, Dokter yang berada diruang Bedah Manokwari hanya meberikan Obat untuk membersikan Luka dan Obat anti Sakit.
Selanjudnya terhitung Bulan Maret – Mey, Obed wabia mengambil langka mengobati kesakitanya melalui pengobatan Tradisonal, di kabupaten Wasior, Namun Tumor semakin membesar hingga Pria Asal kabupaten Tambrau itu membuat keputusan Kembali ke kampung Wefiani.

Perjalanan yang panjang dengan jerih payah  Mencari  Kesembuhan  dengan Sadar Obed mengaku telah mengeluarkan Biaya untuk, Transportasi, membeli Obat, Makan dan Minum, selama satu tahun ini sebesar 20 Juta Rupiah.
Obed juga mengatakan selama di saukorem sejak perjuangannya mencari kesembuhan di kab wondama , dia pernah di kunjungi oleh beberapa pihak medis puskesmas Amberbaken  yakni Matri Derek Baransano dan Keliopas Burdam , Untuk membersihan luka dan memberikan obat yang dapat menghilangkan rasa sakit .

Pada Bulan Oktober 2017, Seorang Pendeta yang bernama  ” Ibu Novita Tubalaoni ”  mengajak  Obed wabia dan Istrinya kembali berobat di rumah Sakit Umum Manokwari, Setibanya di Ibu kota Provinsi Papua Barat, kota manokwari, obed wabia dan Keluarganya tinggal di Salah satu Gubuk Mahasiswa dan Pelajar Kampung Wefiani.

Pada hari kamis 19-10-2017 saudara obed wabia telah   Pemeriksaan yang di lakukan  oleh dokter  bedah di RS umum manokwari,  dan hasilnya Dr tersebut  Menyampaikan Bahwa penyakit yang diderita wabia adalah Tumor, Setelah itu dokter menyarankan harus   ke rumah sakit dimakasar atau jakarta.
kurang lebih dua minggu Obed tinggal digubuk, ditengah kota manokwari, wabia dan keluarga sudah mengabil keputusan untuk kembali ke kampung wefiani pada  hari selasa tgl 25-10 -2017 karena tidak ada biaya untuk membiayayi pengobatan selanjutnya.
Namun pada hari selasa tgl 24-10-2017 malam pukul 23:00 wit  saudara Hugo Asrouw yang juga adalah salah satu aktifis kemanusiaan papua barat  asal dari Distrik Amberbaken kabupaten Tambrauw ini berkunjung ke gubuk mahasiswa dan pelajar kampung wefiani (Faakom) yang alamatnya di kampung ambon Atas.
Saat itu Hugo lagi berdiskusi dengan beberapa mahasiswa asal kampung wefiani dan mendengar Suara Tangisan menjerit kesakitan.
Hugo pun bertanya siapa yang sakit kata beberapa mahasiswa bahwa itu kaka obed wabia, dan Hugo pun bertanya sakit apa..?
Kata mereka Kurang tau tapi kata dokter Tumor.
Dan Hugo berjanji bahwa besok pagi dia akan kembali melihat kondisi obed yang juga adalah saudara atau kakanya.

Esok Pagi hari tepat hari rabu pukul 07:00  hugo di telpon oleh salah satu mahasiswa asal kampung wefiani sebelum di telpon langsung oleh saudara Obed wabia,  bahwa keluarga obed wabia dari kampung sudah tiba tadi subuh  di manokwari, mereka rencana membawah  pulang kaka obed ke kampung karena sudah pasrah kata Esau wabia mahasiswa tersebut.

Beberapa menit kemudian Hugo di telpon oleh  obed wabia , dalam percakapan singkat mereka obed berkata ” ade  minta maaf tadi malam datang tamu tapi kaka sakit jadi tidak bisa keluar , ade bisa datang lihat kaka ka..?  Bantu kaka bagaimana caranya “kata obed”
Hugo  menjawab kaka padam saya menuju ke Gubuk Fakom sekarang. beberapa menit kemudian ,  hugo tiba di gubuk tersebut dan melihat langsung kondisi pasien tersebut yang menurut Hugo, Obed adalah saudaranya “ujar Hugo”

Berdasarkan hasil diskusi kami team anak jalanan dengan saudara hugo,  bahwa saat  melihat kondisi saudaranya  dia sedih bercampur emosi dan memposting photo obed wabia dan menulis “karena politik rakyat Dikorbankan , Bobroknya pelayanan kesehatan di kabupaten tambrauw” dengan Tujuan mengajak mereka yang peduli untuk dapat bersolidaritas membantu saudara obed wabia , karena menurut Hugo bahwa kalau masalah Duit atau uang dia tidak Punya tetapi dia percaya Bahwa Tuhan akan membuka jalan untuk kesembuhan saudaranya.
Dalam postingannya saat itu mendapat respon positif dari berbagai Nitisen dan di kunjungi langsung oleh beberapa orang yang berada di manokwari yang  ingin melihat kondisi saudara obed wabia, sekaligus memberikan  semangat, doa dan Dukungan untuk mengurus bersama saudara obed wabia .

Harapan saudara obed Wabia, Pemerintah Provinsi Papua Barat, dan PEMDA Kab. Tambrau berkenan membantu agar dapat di operasi dan Mendapatkan Kesembuhan dan Semoga ada orang yang mau membantu saya untuk mendapat rujukan dan Sembuh dari kesakitan Tumor Ini, Ujarnya dengan suara Lirih .(“Apbory anak jalanan”).

Salam hormat kami keluarga kepada  Bapak Robert Kardinal , Bapak Yan Anton Yoteni,
Saudara Meto Baru , Haryono May
Tris Kambuaya, Dwan Ap, dan saudara2 kami yang berada di luar manokwari (jayapura) Arnaldho Guntur Fonataba, Soleman Itlay
Dan juga KADISKES PAPUA melalui Dr Maria Clara Giyai,
Dan yang berada di jogja
Adik Roberta Muyapa,
Roger Melles, dan semua yang lupa kami sebutkan.

Malam hari ini saya obed wabia  merasa bahagia dan bersyukur  kepada Tuhan dan semua yang telah peduli dan memberikan respon positif dan tak lupa  Nitisen yang telah membantu memfiralkan Jeritan dan tangisan saya yang dialaminya selama 1 tahun 2 bulan.Saya hanya bisa berdoa
 TUHAN ALLAH BANGSA PAPUA yang akan membalas semua jeripayah kaka. Adik . Om. Tanta. Saudara sekalian.

Kami mohon dukungan Doa kepada Team yang besok akan mengurus surat Rujukan dan lain lain
 untuk melengkapi administrasih  sebelum operasih …Kronologis ini di buat untuk di ketahui bersama dan menjawab berbagai peertanyaan Nitizen. spesial kepada Kadiskes kab Tambrauw.

Posted by: 
Copyright ©…….. “sumber”
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.