Dark
Light
Today: June 25, 2024

Legislator Papua: Pelaku Penembakan di Intan Jaya Harus Diberi Sanksi

Legislator Papua: Pelaku Penembakan di Intan Jaya Harus Diberi Sanksi
Kiri: (Otianus Sondegau) 15thn, korban tindakan BRUTAL yang lakukan oleh Brimob terhadap warga sipil di Intan Jaya Papua.Kanan: Warga ngamuk terhadap tindakan Brimob dan Membakar Mapolsek Sugapa 27/08/2016.
Jayapura, WANI/Jubi – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua diminta agar menindak tegas kepada siapapun oknum Brimob yang melakukan penembakan kepada Otianus Sondegau di Sugapa, Intan Jaya, Papua, Sabtu, (27/8/2016).
Hal itu ditegaskan legislator Papua, Laurenzus Kadepa kepada Jubi, Minggu, (28/8/2016) kepada Jubi. Dia mengatakan bahwa perlakuan tersebut sangat tidak beradab dan tidak manusiawi.
“Perlakuan biadab yang dilakukan oknum Brimob di Sugapa dan tidak manusiawi. Harus bertanggung jawab. Kapolda Papua harus tegas siapapun oknum Brimob sebagai pelaku. Harus memberikan sanksi sesuai perbuatannya,” tegas anggota Komisi I DPR Papua ini.
Laurenzus mengatakan, kenapa aparat keamanan setiap hari di tanah Papua hadapi rakyat sipil dengan senjata. “Saat bertemu dan berhadapan langsung dengan masyarakat, apakah masyarakat ini musuh negara?” katanya bertanya kepada Kapolda Papua.
“Kepolisian harus intropeksi diri, citra kepolisian di mata rakyat tak ada artinya. Sudah tidak lagi dipercaya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” katanya.
Dia meminta kepada para bupati/walikota di tanah Papua harus sadar akan tugas sebagai amanah, bahwa masyarakat ibarat anak ayam kehilangan induknya. Kebiasaan para bupati di Papua lebih jarang sekali berada dengan masyarakat di kabupatennya sebagai seorang bupati (kepala daerah).
“Jaga wibawa di masyarakat amat penting, jangan tahu jaga wibawa di kalangan elit, sesama pejabat atau di Jakarta. Lebih khusus bupati Intan Jaya dan Paniai. Semua kabupaten sama saja, harap jaga rakyat baik,” katanya.
Dia menambahkan, Gubernur Papua segera mengundang para bupati se Provinsi Papua untuk melakukan evaluasi atas kondisi ini dan tak boleh dibiarkan.
Sekretaris II Dewan Adat Papua (DAP), John NR. Gobay mengatakan, kejadian ini sudah kesekian kali oknum Brimob bikin ulah. Menurut Gobay, sebelumnya ada kekerasan di areal sawit, Waghete, Enarotali dan Nabire.
“Kapolda Papua mesti menarik semua Brimob di wilayah adat Meepago dan mendorong aparat Pemda agar lebih melayani rakyat,” ungkap John NR.Gobay.
Dikatakan, anak-anak muda yang menganggur ini perlu diberikan lapangan kerja. Seperti di intan Jaya itu masyarakatnya baik hanya bagaimana pimpinan daerah mendengar mereka.
“Kami tuntut, agar pelaku ini harus dihukum dengan pengadilan umum, bukan Propam yang sangat tertutup bila perlu dipecat terbuka. Kapolda Papua segera tarik Brimob dari wilayah adat Meepago, baik yang kawal perusahaan maupun yang back up Polres Nabire, Paniai dan back up Pemda Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya serta Mimika,” tegas Gobay yang juga ketua DAD Paniai ini.
Ia menirukan, seorang mantan polisi Alm. Yance Ikomou pernah berkata jika kantor polisi diserang warga, berarti ada polisi yang salah maka polisi harus koreksi diri. “Kasus ini terbukti, bahwa aparat belum mampu membangun komunikasi dengan warga secara baik. Mereka juga tidak paham kebiasaan warga, pendidikan budaya masih kurang,” bebernya.
“Semua orang luar baik aparat keamanan, swasta maupun pemerintah haruslah membrikan contoh yang baik kepada masyarakat asli bukan dengan cara-cara yang tidak benar atau arogan,” ujarnya.
Oknum Brimob, lanjutnya, mestinya tahu bagaimana hadapi orang mabuk bukan dengan cara main tembak. “Masa oknum anggota Brimob tidak tahu kan aneh. kami ingatkan Pemda dan pengusaha stop minta Brimob lagi. Layani rakyat baik pasti aman,” katanya. (*)
Baca yang direkomendasi:

Copyright ©Tabloid JUBI


Tanggapan anda, Silahkan beri KOMENTAR di bawa postingan ini…!!!

0 Comments

  1. Pihak kepolisian sudah sanggat keliru dalam hal ini,pihak atasan harus ambil keputusan(hukuman) yang setimpal dengan tindakannya itu,apa k sperti itu tugas pihak keamanan menyelesaikan masalah sekarang?harus diungkap tungas jika tidak semua pihak dlm hal Toko-toko atau elemen-elemen wajib berbicara atau hal ini akan terdi lagi di kemuadian hari dan teruw berlanjut?

Leave a Reply

Your email address will not be published.