Dark
Light
Today: June 14, 2024

Mahasiswa: Baiknya Dinas P & K Provinsi Papua Menerapkan Kuriklum Pendidikan Kearifan Lokal Papua

Mahasiswa: Baiknya Dinas P & K Provinsi Papua Menerapkan Kuriklum Pendidikan Kearifan Lokal Papua
Noken Papua

Bogor, Tabloid-WANI — Wacana baru yang muncul di jagat pendidikan kita sekarang ini adalah pentingnya kurikulum yang harus menampung kearifan lokal dan tradisi lokal setempat. Kecerdasan lokal dieksplorasi dan dikembangkan sehingga potensi para siswa diangkat.

Ikatan Mahasiswa Papua Bogor (IMAPA) Yunus Gobay mengatakan pentingnya Dinas Pendidikan Provinsi Papua memformulasikan kurikulum khusus yang berkaitan dengan kearifan budaya lokal di Papua untuk memperkuat karakter.

“Alangkah baiknya dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Papua dan Papua Barat wajib memformulasikan kurikulum khusus. Menurut saya sepanjang tidak bertentangan dengan norma, budaya lokal harus selalu dipertahankan untuk memperkuat karakter anak bangsa. Padahal, jika kita memahami, kebudayaan lokal di daerah tidak kalah saing dengan budaya-budaya asing yang belum kita kenal” ujar Yunus Gobai.

Kebudayaan lokal merupakan kebudayaan yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat adat. Namun yang terjadi pada peserta didik sangat berbeda dengan apa yang kita pahami tentang kebudayaan lokal, bahkan kebudayaan itu sudah terkikis dan tergantikan oleh budaya asing yang sama sekali tidak kita pahami.

Agar eksistensi budaya tetap kukuh, maka kepada generasi penerus dan pelurus perjuangan bangsa perlu ditanamkan rasa cinta akan kebudayaan lokal khususnya di daerah.

Lanjut Yunus mengatakan “Salah satu cara yang dapat ditempuh di sekolah adalah dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai kearifan budaya lokal dalam proses pembelajaran, ekstra kurikuler, atau kegiatan kesiswaan di sekolah. Misalnya dengan mengaplikasikan secara optimal Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Budaya Lokal. Selain itu, penggunaan bahasa lokal dipandang perlu diaplikasikan paling tidak satu hari dalam enam hari proses pembelajaran di sekolah” harap Gobay.

Disamping itu, diharapkan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler berbasis kebudayaan lokal mulai diadakan di sekolah-sekolah. Kegiatan seperti perlombaan anyam noken, cerita dongen mengunakan bahasa ibu, pembuatan busur dan sebagainya. sudah saatnya pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera merancang atau mendesain sebuah kurikulum khusus untuk kearifan lokal di sekolah agar para peserta didik kita bisa menjaga dan melestarikan budaya daerahnya sebagai sebuah entitas kebudayaan yang hidup.

Posted by: ERIK
Copyright ©Tabloid WANI


Tanggapan anda, Silahkan beri KOMENTAR di bawa postingan ini…!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.