Dark
Light
Today: June 16, 2024
8 years ago
9 views

Pandangan dan Penempatan dalam Dinamika Politik Papua Merdeka

Pandangan dan Penempatan dalam Dinamika Politik Papua Merdeka
Demonstrasi damai rakyat Papua menuntut penentuan nasib sendiri.

Sesungguhnya orang Papua tidak pernah memintah Uang, Kesejahteraan, Pembangunan, Pendidkan dan sejenisnya dari kepada Kolonial Indonesia. Kami sadar dengan keberadaan bangsa-bangsa di bumi ini termasuk kolonialisme Indonesia di Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan daerah lainnya. Kami menghargai setiap suku bangsa di dunia ini, dengan cara dan gaya masing-masing dari yang Sang Khalik kasih kepada setiap bangsa di muka bumi ini dengan tempat mereka masing-masing, dan kami mengakui itu dan menghargainya serta menghormati itu semua. Sehingga yang kami Orang Asli Papu ingin hanya kembalikan kepada habitat kita masing-masing untuk demi menghargai dan menghormati setiap kehidupan ini pada habitatnya.


Tabloid-WANI, OPINI — Kolaborasi dinamika politik versi pemerintah Indonesia dan versi Orang Asli Papua dari Sorong sampae Merauke atas wilayah Papua. Dan dalam dinamika politik ini Orang Papua terlihat menjadi dua kelompok punya pandangan politik yang berbeda, lalu didalam dinamika yang sama sikap Pemerintah Indonesia juga terlihat bersikap yang namanya iklas dan itu di jadikan tujuan damai di tengah-tengah dinamika kolaborasi politik yang sedang bergejolak saat ini diatas Tanah Papua. Disamping itu, pemerintah Indonesia juga nyata-nyata menerapkan dan memainkan politik melalui sistem pemerintahannya dengan wakil-wakil pemerintahan yang ada di hampir seluruh tanah Papua. Dengan struktur pemerintahan yang ada diatas tanah Papua yang disebut Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan, Desa, RT, RW serta lembagai lainnya dalam sistem pemerintahan itu dengan fungsinya masing-masing yang dirancang untuk dijalankanya dari masing-masing tingkatan perwakilan pemerintah kolonial Indonesia yang di sebutkan dengan penulisan kami ini.

Kita Lihat Dasar Posisi Masing-Masing

Di sisi lain, klaim Indonesia menurut pemeintah NKRI berpendapat bahwa PEPERA 1969 adalah sah karena diselenggarakan oleh PBB dan disahkan oleh PBB. Oleh karena itu siapapun yang menentang keputusan PBB itu resikonya adalah nyawa. Pemberontakan yang terjadi di Tanah Papua melawan NKRI lebih banyak didasari oleh kecemburuan sosial, karena Papua tidak diperhatikan begitu lama, karena orang Papua dianak-tirikan begitu lama, karena telah banyak terjadi pelanggaran HAM orang Papua, dan sejenisnya, dan oleh karena itu sekarang ini harus ada pendekatan sosial, pendekatan budaya dan pendekatan humanis, sehingga orang Papua akhirnya merasa dikasihi, diperhatikan, merasa diri sama hak dan kewajibannya, sama kepemilikannya di dalam NKRI.

Model Kelompok Sebagian Manusia Papua yang Berpahaman Politik Yudas Iskariot

Dinamika situasi politik ini giliran Model Manusia judas Papua yang suda menjadi kaki tangan dan, terlanjur join politik kotor milik Indonesia disini terlihat jelas, entah disengaja atau tidak, ada paling tidak ada informasi yang salah, yang disampaikan oleh orang Papua dalam hal ini para tokoh Papua, para intelektual Papua, para pejabat di Tanah Papua, bahwa orang Papua menuntut merdeka karena diperlakukan tidak adil, karena tanah Papua belum dibangun dengan baik, karena banyak pelanggaran HAM, dan karena itu pada saat semua ini dipenuhi, orang Papua akan berhenti bicara merdeka. Kata-kata ini yang biasanya dipake dalam berpolitik para sebagian intelektual Orang Asli Papua dan para pejabat Orang Asli Papua kepada tuanNya pemerintah pusat kolonial Indonesia dengan balik menggunakan ajaran politiknya kolonial Indonesia di atas tanah Papua.

Pandangan Politik Versi Orang Asli Papua dari Sorong – Merauke

Orang Papua bilang Papua Merdeka karena sejarah sudah salah, dan harus gelar Referendum ulang. Dan dengan berdasarkan fakta sejarah hari-hari bersejarah mulai dari persiapan dan pelaksanaan hari-hari bersejarah akan kemerdekaan Bangsa Papua sejak Tahun 1961 dan seterusnya itu menjadi kerinduan orang Papua saat ini yang teriak Papua Merdeka dan konsisten berjuang untuk Hak Menetukan Nasib Sendiri. Serta hingga sampai saat ini Orang Asli Papua tidak pernah mengakui dan menerimanya hasil PEPERA dan dianggap benar keberadaan Pemerintah Kolonial Indonesia ILEGAL di atas tanah Papua karna PEPERA itu dilaksanakan tidak sesuai dengan mekanisme Internasional yaitu One Man One Vote. PEPERA di Papua dilakukan secara sepihak dan dibawa tekanan militer Indonesia dengan berbagai cara, diantaranya dengan Teror, Intimidasi, Pemaksaan, Pembatasan dan serta Pelanggaran HAM berat pada saat itu !

Dan saat ini orang Papua berterik Papua Merdeka karena sadar akan kesalahan fakta-fakta sejarah yang dimanipulasikan sebelum PEPERA dan saat PEPERA oleh Indonesia, Belanda, Amerika dan PBB yang mana telah mengorbankan Nasib orang Papua demi kepentingan Ekonomi Politik Mereka.
Yang berikut terlepas dari kesalahan sejarah…


Saat ini Tahun 2016, Apakah Kita Orang Papua ini Bodoh ???

Kami orang Papua sangat dan sangat menyadari bahwa, di bumi Papua inilah tempat kami, dari debuh dan tanah Papua inilah moyang kami diciptakan hingga generasi kita sekarang oleh Sang ”Khalik” dan disinilah tempat kami, Tanah Air, Laut, Langit, Gunung, Batu, Hutan Rimba, apapun dalam laut dalam tanah yang bergerak maupun yang tidak bergerak adalah milik kami dan kami punya hak penuh dan mutlak atas kami sesama orang Papua dan atas segalah-galahnya yang ada di Papua ini, dan tanah kami inilah tempat kami, kami bukan pendatang, diatas tanah Papua inilah kami beranak cucu hingga saat ini, kami bukan lagi tersembunyi, kami sejak dahulu kala kami sudah pernah hidup bersahabat antar sesama manusia dan alam, kami tahu menghargai, dan kami tahu menghormati, kami mengenal jati diri kami, kami tau kasih dan kebaikan, kami tau mengatur diri kami, kami tau mengatasi masalah kami, kami bukan berada dalam dunia mimpi atau cerita dongeng !!!

Kami juga sangat sadar dengan keberadaan bangsa-bangsa di bumi ini dengan keberadaan mereka termasuk kolonial Indonesia di Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan daerah lainnya. Kami menghargai setiap suku bangsa di dunia ini, dengan cara dan gaya masing-masing dari yang Sang Khalik kasih kepada setiap bangsa di muka bumi ini dengan tempat mereka masing-masing, dan kami mengakui itu serta menghargai itu, menghormati itu semua. Sehingga yang kami Orang Asli Papu ingin hanya kembalikan kepada habitat kita masing-masing untuk demi menghargai dan menghormati setiap kehidupan ini pada habitatnya.

Keinginan Kami mau Mendirikan Negara West Papua, Jelas dan Positif !!!

Kami orang Papua sesungguhnya tidak pernah mintah Kesejahteraan dari kolonial Indonesia, kami tidak pernah minta Uang kepada kolonial Indonesia, kami tidak pernah minta Pembangunan sama kolonial Indonesia, kami tidak pernah mintah Pendidkan sama kolonial, dan kami tidak pernah minta Apapun yang sejenisnya dari kolonial Indonesia. Itu jelas untuk anda kolonial Indonesia, yang selama ini kau berikan tanpa kami mitah adalah, Pembunuhan, Pemerkosaan, Pembantainan, Intimidasi, Diskriminasi, Penangkapan sewenang-wenang, Teror dan Kejahatan lainnya dengan kebodohanmu bersama tuanmu Imperialisme asing. Hingga saat ini kau kolonial Indonesia sedang menggiring atau mengarakan kami pada proses PEMUSNAHA GENOSIDA BAGI KAMI ORANG ASLI PAPUA. Itulah yang sedang KAU KOLONIAL Indonesia berikan kepada kami orang Papua.

Namun, semua dari itu, akhirnya KAU KOLONIAL Indonesia sendiri akan menyaksikan dan melihat langsung saat dimana kami akan membentuk dan melengkapi Negara West Papua untuk kami berdiri sendiri tanpa KAU KOLONIAL NKRI !!!

Pandangan dan Penempatan dalam Dinamika Politik Papua Merdeka
Pyan T. Pagawak

Tentang penulis



Penulis adalah Mahasiswa Papua di Bandung.
Posted by: ERIK
Copyright ©Tabloid WANI

Leave a Reply

Your email address will not be published.