Dark
Light
Today: June 18, 2024
7 years ago
18 views

Surat Terbuka Atas Konflik Perang Antar Warga di Kabupaten Nduga- Papua

foto: Otis Tabuni
Tabloid-Wani.com, 24 November 2017, Negosiasi dan rekonsiliasi oleh Bupati Nduga dan Tim yang dibentuk mengalami kebuntutan pada upaya perdamaian. Di depan mata Bupati, warga kedua kubu saling berperang hingga korban berjatuhan. pihak keamanan baik kepolisian dan TNI yang bertugas disana tidak biasa berbuat apa – apa dan warga kedua kubu melakukan aksi serang menyerang secara terbuka. pada pagi ini ( 24/11/17) kontributor media Tabloid-Wani .com berhasil memperoleh informasi secara langsung melalui salah satu petugas dinas kesehatan berinisial (Y.N) yang tengah berada di rumah dinas kesehatan dalam kondisi kepungan kedua kelompok yang berperang. Menurutnya, Konflik perang antar sesama warga Suku Nduga di Kenyam Ibu kota Kabupaten Nduga kembali meletus pagi ini pukul 07:30 WIT hingga selesai jam 12: 30 WIT waktu istirahat dan sore hari dilanjutkan lagi, tegasnya. sebelumnya, sejak Rabu (17/11/17) terjadi perang suku antar warga yang mana secara detail dijelakan dalam surat terbuka ini, maka semua pihak diharapkan agar mencari format dalam menyelesaiakan persoalan tersebut agar stablitas pembangunan di Kabupaten Nduga kembali normal. 
Mengingat Kondisi dan situasi yang tidak mau mendengar Tim perdamaian yang di motori oleh Bapak Yairus Gwijangge S. Sos, M.S.i selaku Bupati Nduga, Wentius Namiangge S.Pd selaku wakil Bupati, dan berbagai elemen yang terlibat dalam proses negosiasi pihak yang berkeinginan membalas dedaman tidak mau menerima seingga pagi sampai dengan sore ini Nduga sedang berlumpuran darah manusia Nduga.
 mengingat situasi dan kondisi ini, saya sebagai manusia biasa, yang tak punya kemampuan akan apapun selain cinta damai dan ketulisan atas keamanan, kenyamanan dan keadilan bagi rakyat Papua dan Nduga menulis surat terbuka ini dengan maksud agar semua pihak mendengar suara ini sebagai Tuhan Yang Maha Pencipta langit dan bumi Papua serta berbagai komponen suku bangsa Papua serta suku Nduga merupakan salahsatu suku dari suku- suku di Papua yang harus di selamatkan. 
 
Di bawah ini Surat Terbuka Yang Saya Menulis Dengan Air Mata Demi Kedamaian Rakyat Tercinta, semoga disimak secara baik agar dapat diselesaikan!
 
 
 
HARI INI NDUGA BERLUMPURAN DARAH
 SURAT TERBUKA
ATAS PENGAMANAN DAN PENYELESAIAN KONFLIK
 
SIFAT MENDESAK
 
 KEPADA YTH:
1.     Bapak Lukas Enembe, Gubernur Papua
2.     Anggota DPRP Papua
3.     Lembaga MRP Papua
4.     Asosiasi Bupati se Pegunungan Papua
5.     Kawan JABA se Tanah Papua
6.     Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua ( AMTPI)
7.     Bapak. Brijen. Boy Rafy, Kapolda Papua
8.     Mayor Jend. TNI, George Elnadus Supit, Pangdam Cenderawasih Papua
9.     AKBP, Yan Pieter RebaKapolres Wamena dan Kapolsek Nduga
10.   Mahasiswa/I Nduga se Indonesia dan
11.  Utusan Invindu Cinta Damai
 
Dengan Hormat,
 
Sehubungan dengan Surat terbuka ini, ingin saya sampaikan informasi terkini terkait konflik perang antar sesama warga masyarakat Suku Nduga.
I.     MENGINGAT:
a.    Bahwa konflik perang antar warga di dalam Suku Nduga pecah sejak Juni – Juli tahun 2016 di Timika yang berkibat hilangnya 3 Nyawa, Harta kekyaan dan membungkam kebebasan warga dalam melaksanakan aktivitas serta kebebasan anak untuk berpendidikan di Timika;
b.   Bahwa konflik tersebut telah ditangani oleh pihak keamanan Polres Timika lalu menangkap kedua bela pihak ditangkap dan dipenjarakan khusunya kepala perang. Setelah proses penahanan, pihak kepolisian mengeluarkan surat peryataan perdamaian dan ditanda tangani berdasarkan nama- nama yang tertera di dalam surat pernyataan tersebut di Timika;
c.  Bahwa setelah sekian lama melahirkan segala pengorbanan, konflik tersebut di upayakan proses penyelesaiannuya secara adat di Ibu Kota Kabupatenm Nduga seusai acara Syukuran atas pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih.
d.  Bahwa keesokan hari dari Syukuran tersebut, konflik perang keluarga kembali pecah dan menelan 1 nyawa dan ratusan lainnya mengalami luka hingga ada yang kritis. Konflik tersebut melibatkan TNI dan Brimob Polda Papua hingga melakukan upaya pengamanan secara ketat karena perang tak dapat menahan diri oleh kedua kubuh, namunlanjut terus. Oleh karenanya pihak keamanan melaksanakan operasi dan melakukan mengamankan seluruh pana dan busur yang dijadikan sebagai alat perang. Dengan waktu yang berjalan, maka pihak Kepolisian Polda Papua menarik tim pengamanan yang diutus. Selama itu, seoarang anak Usia muda yang mengalami luka bagian engkel kaki atas konflik  awal meninggal dunia;
e.   Bahwa, pada awalnya Pemda Nduga di wakili oleh Wakil Bupati, ( Bupat Sedang Sakit dan merawat di singapur saat itu)  Anggota DPRP, DPRD, LMA Nduga dan Toko Gereja membentuk Tim negosiasi dan  rekonsiliasi damai bagi pihak yang berkonflik, namun upaya itu tidak membuahkan hasil;
f.  Bahwa pada hari Rabu, 15 November 2017 konflik kembali meletus di Nduga. Sejak hari Rabu, Kamis, dan  Jum,at terjadi perang antar warga secara brutal yang mengakibatkan puluhan orang mengalami luka pana dan bahkan banyak  yang kritis;
g. Bahwa, melihat situasi yang tak kunjung damai tersebut, Bapak Bupati dan Wakil Bupati, DPRD, Toko Gereja, Kepolisian dan TNI membentuk Tim perdamaian jilid II dan terjun langsung di tengah – tengah konflik kedua kubuh sejak hari senin 20 November 2017. Tim ini melakukan negosiasi di kedua kubuh yang hingga selama 4 hari berturut – turut di pihak yang merasa korban nyawa atas konflik perang tidak ingin berdamai;
h.  Bahwa, pada malam jum,at pihak terkait dengan tim rekonsiliasi damai mengadakan pertemuan terakhir di sebuah hotel ibu kota kabupaten Nduga. Hasil dari pertemuan tersebut pihak terkait menolak secara mentah dan meninggalkan ruangan pertemuan;
i.      Bahwa pada hari ini, Jum,at 24 Novmber 2017 pukul 07: 30 WIT kembali meletus atas insiatif kubu yang menolak tawaran tim rekonsiliasi perdamaian. Menurut laporan resmi dari TKP, bahwa konflik perang hari ini lebih brutal dan saling kejar mengejar di rumah – ruma, sebelah menyelnelah jalan, got, batu, pohon sampai dengan jam 12:30 WIT.
j.   Bahwa, mengingat tidak menerimanya Tim perdamain dan rekonsiliasi yang dipimpin langsung oleh orang nomor 1 di kabupaten ini, wakil Bupati, Ketua LMA, DPRD,Polsek dan seluruh pihak pecinta damai terkait, maka konflik perang akan berlanjut sampai dengan masyarakat Nduga akan habis, Kabupaten Nduga akan tinggalkan nama, orang Papua musnah.
II.   MEINMBANG:
1.     Tidak adanya insiatif untuk perdamaina demi kenyaman dan kedamaian;
2.     Tidak adanya saling menerima atas segala korban baik Nyawa maupun arta benda;
3.     Gagalnya Tim negosiasi dan rekonsiliasi perdamaian ke I
4.     Gagalnya Tim Perdamaian dan Rekonsiliasi oerdamaian ke II
5.  Memperthatikan peperangan hari ini brutal, luka akibat perang bahkan Nyawa yang akan korban merupakan akan akan memperpanjang konflik perang antara sesame warga suku Nduga ini, sehingga perluh adanya keterlibatan semua pihak di Papua karena manusia Nduga adalah bagian yang tak terpisahkan dari manusia Papua yang merupakan bagian dari masyarakat dunia;
III. MEMINTA DENGAN HORMAT KEPADA:
1.     Bapak Lukas Enembe, Gubernur Papua
2.     Anggota DPRP Papua
3.     Lembaga MRP Papua
4.     Asosiasi Bupati se Pegunungan Papua
5.     Kawan JABA se Tanah Papua
6.     Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua (AMTPI)
7.     Bapak. Brijen. Boy Rafy, Kapolda Papua
8.     Pangdam Cenderawasih Papua
9.      Kapolres Wamena dan Kapolsek Nduga
10.   Mahasiswa/I Nduga se Indonesia dan
11.   Utusan Invindu Cinta Damai
Memohon dengan hormat agar dalam waktu dekat segera membentuk Tim terpandu untuk penyelesaian konflik antar warga Kita yang sedang salin bunuh di Kenyam Ibu kota kabupaten Nduga.
Upaya ini perluh dilakukan dengan dasar perimbangan bahwa perdamaian yang diinginkan oleh semua pihak tidak berhasil. Sebelumnya, keterlibatan orang nomor satu di Kabupaten Nduga sebagai upaya perdmaia, lalu upaya yang diperjuangkan tanpa pandang waktu selama 4 hari telah gagal dan bahkan saling bunuh dihadapan Bupati Nduga, Bapak Yairus Gwijangge S.Sos M.Si dan seluruh anggota Tim.
Saya menyampaikan usulan secara khusus kepada Gubernur, DPRP, DPRD, LMA, Toko Gereja, Kapolda Papua, Kapolres Wamena, Kapolsek Nduga segera memastikan dan bertindak secara tegas terkait:
1.    Siapa otak dibalik konflik perang antar warga tersebut?
2.    Siapa yang berkeinginan agar tidak ingin adanya persetujuan perdamaian?
3.   Siapa actor yang merusak citra pemerintah dalam hal ini peperangan secara terbuka di hadapan Bupati dan Tim perdamaian yang tengah di upayakan?
4.   Menangkap, memeriksa dan mengadakan proses hukum karena mereka menciptakan konflik dan mengaggap emerintah h al itu merupakan tindakan criminal yang menggagu aktivitas pemeritahan dan stablitas pembangunan demi kemajuan Nduga, Papua dan Indonesia;
5.   Melakukan proses terhadap anggota DPRD kabupaten Nduga, PNS kbuaptenm Nduga, Toko Gereja Kabupaten Nduga dan para pemimpin yang melinatkan diri dalam peperangan;
6.   Segera bertindak kepada kedua kubu agar membuat pernyataan perdamaian, menandatangani pernyataan perdamaian oleh Tim rekonsiliasi, melakukan prosesi adat dan membubarkan diri masing – masing untuk melihat, memandang dinamisasi dan perkembangan globali yang kian mengancam keberadaan masyarakat local di Papua, mengurusi anak dalam study sehingga mereka tidak jadi korban dll
7.     Kedua kubu secara mutlak mengikuti apa yang diperjuangkan oleh semua pihak agar saling bunuh membunuh, saling musnah memusnah, saling injak menginjak, saling menunjukan jago dan lainnya segera berhenti dan dihentikan.
IV. MAHASISWA NDUGA
1. Saya selaku badan pengawas organisasi pusat Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga se Indonesia ( BPOP – IPMNI) mewakili seluruh Mahasiswa dan Pelajar mendesak agar hal – hal diatas segera dilakukan atas kesandaran kemanusiaan, keamanan dan kenyamanan serta ketertiban, kerukunan sesama orang Nduga yang hidup dalam satuSuku,  satu Onai, satu tunggu api, satu Bahasa dan satu kesatuan yang utuh sejak turun temurun hingga saat ini dan bahkan kedepan tak akan dipisahkan dengan alasan apapun.
2.  Meminta agar perwakilan Mahasiswa Indonesia bagian barat, Indonesia bagian tengah dan Indonesia bagian timur terlibat dan melibatkan diri dalam tim terpandu proses rekonsiliasi perdamaian konflik Nduga yang hingga saat ini sedang berlumpuran darah manusia.
3.   Memohon kepada pemerintah dan DPRP, DPRD agar dapat mempasilitasi delegasi Mahasiswa perwakilan wilayah dan kota study masing – masing agar tujuan pada poin ke ( 2) bisa tercapai dan terwujud dalam proses perdamaian disana.
4.  Memohon agar seluruh Mahaiswa/i dan Pelajar asal Kabupaten Nduga tidak terlibat dan melibatkan diri dalam konflik perang yang akhirnya membawah musibah yang tak kami inginkan.
5.    Kami menyesal dan mengutuk keras pikiran jahat manusia yang tidak mendengar, mengikuti dan bahkan menolak upaya Bupati Nduga dan Rombongan yang berupaya keras melakukan negosiasi dan konsiliasi perdamaian yang mengakibatkan hari ini ( 24 /11/17) telah menelan banyak menderita korban luka.
Surat Desakan Ini Disampaikan Atas Situasi Dan Kondisi Yang Tidak Aman, Nduga Dalam Bahaya Perang Antar Warga Dan Sedang Berlumpuran Darah Atas Konflik Perang Secara Burutal Pagi Hingga Siang Hari Ini (24/11/17).
Semoga Sepujuk Surat Ini Saya Buat Atas Tuntutan Tuhan Yang Maha Esa Sebagai Sang Pemilik Dan Pecinta Damai Bagi Umat Yang Telah Di Selamatkan Oleh-Nya.
  
Segala Berkat Ini Akan Dating Kepadamu Dan Menjadi Bagianmu, Jika Engkao Mendengarkan Suara Tuhan Allahmu; Ulangan 28: 2
             Demikian Suart Terbuka Ini Saya Buat Sebagaimana Semesternya, Semoga Dapat Menjadi Landasan Untuk Menimbulkan Keprihatianan Bagi Semua Pihak Sehingga Segera Bertindak Atas Mengamankan Rakyat Tercinta Kami Di Kenyam Kabupaten Nduga Papua.
Permohonan Maaf Saya Sampaikan Kepada Semua Pihak Apabila Ada Kesalahan Dalam Penulisan Ini. Tuhan Memberkati Kita Semua!
NDUGA, 24 NOVEMBER 2017
PEMOHON
TTD

OTIS TABUNI

Posted by: Tabloid-Wani.com
Copyright © Laporan Konflik Perang Antar Warga Nduga
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss