Dark
Light
Today: June 22, 2024

Beberapa Makhluk Misterius yang Belum Terpecahkan di Yali

Beberapa Makhluk Misterius yang Belum Terpecahkan di Yali
Rumah Adat Suku Yali di Papua.

Oleh: Honi B. Sowi)*

Sejak awal hingga sekarang, bumi ini telah dipenuhi dengan Misteri. Begitu pula dengan segala sesuatu yang ada di alam ini juga merupakan Misteri, baik itu Misteri Manusia maupun Misteri Tuhan.
Sebagai Manusia yang selalu ingin tahu, Manusia berusaha mencari jawaban atas Misteri-misteri yang ada selama ini. Dan hasilnya pun ada yang berhasil dipecahkan dan ada yang tidak dapat dipecahkan. Semua Misteri yang belum terpecahkan terangkum dalam Misteri Terbesar di Dunia yang Belum Terpecahkan.

Ada banyak Misteri yang terjadi di bumi ini. tetapi ada beberapa Misteri terbesar sepanjang abad manusia. Berikut Misteri Terbesar di Dunia yang Belum Terpecahkan yang akan diulas dalam tulisan ini, dan mungkin selamanya tidak akan terpecahkan dan hanya akan menjadi misteri Tuhan.

Dari manakah manusia itu berasal? Jika melirik dari Injil atau Kitab Suci, memang sangat jelas dikatakan bahwa Tuhanlah pencipta Manusia (Kitab Kejadian Pasal 1). Tapi bagaimana proses penciptaan itu sebenarnya? Para Ilmuwan pernah menawarkan teori bahwa Manusia adalah hasil evolusi dari kera. Jika demikian halnya, maka “seharusnya” Manusia akan terus berevolusi menjadi Makhluk yang lebih baik. Namun faktanya, sudah lebih dari 2000 tahun, tidak ada perubahan pada manusia. Apakah itu berarti evolusi berhenti? Teori lain mengatakan bahwa manusia berasal dari Mahluk ruang Angkasa. Jika demikian, maka pertanyaan menjadi : dari mana makhluk itu berasal?

Dengan demikian, bagaimanapun juga tetap menarik untuk membahas Makhluk-makhluk Misterius ini karena tidak ada seorang pun yg tahu pasti mengenai kebenaran eksistensi mereka hingga masih menjadi misteri sampai saat ini. Saya mulai saja ceritanya tentang beberapa Makhluk yang paling Misterius sampai di abad 21 ini yang dilakukannya dan bukti-bukti lain yang meyakinkan belum pernah dilihat oleh banyak orang. Jika seseorang yang mengaku diri pernah melihat Makhluk ini, ceritanya sangat mengerikan di telinga pendengar. Namun cerita itu menjadi pertanyaan yang besar. Menurut ceritanya bahwa Makhluk tersebut bersembunyi di hutan-hutan atau wilayah yang sulit kita jangkau terutama di gunung, danau atau sungai. Namun, tidak jelas apakah itu species baru ataukah sebuah spesies yag hilang jejaknya (missing link) dari evolusi manusia? Benarkah makhluk-makhluk itu ada di Alam nyata? Ada atau tidak, yang jelas banyak yang memiliki cerita tentang Makhluk-makhluk itu. Penampakan mereka di suatu tempat tertentu sudah dibicarakan sebelum Misionaris masuk di daerah Yali. Walau sudah banyak cerita dan jejak kaki mereka, namun sejauh ini belum pernah ada bukti ilmiah bahwa mereka itu ada – …Simak ini: (Dunia ini Tak Bershabat!).

Hesirehe, Sirun Sek-sek, Silsil dan Manu adalah mahluk-makhluk legendaris yang sampai sekarang benar-benar belum bisa dibuktikan apakah memang ada atau hanya sekedar khayalan pendongeng fiksi dengan maksud membuat suasana takut terhadap si pendengar yang haus mendengar cerita itu. Ratusan orang dari ratusan tahun yang lalu mengklaim pernah melihat wujud Monster-monster tersebut di gunung, danau atau di hutan-hutan besar. Namun hingga kini, monster-moster yang berjuluk “Mungkar (Yali), Mokar (Dani) dan Lani (Kugi)” itu tetap menjadi misteri. Apakah Monster-moster ini memang ada?

Hesirehe (Hesire-He)

Banyak orang selama ini ingin melihatnya, namun Makhluk-makhluk tersebut memilih untuk menyembunyikan identitas dirinya, mengubur di kedalaman danau yang belum terselami hingga ke dasarnya dan di celah-celah batu besar atau gunung yang orang jarang orang dikunjungi. Kisah tentang Hesirehe, Manu, Sisi dan Sirun Sek-sek diawali oleh Nenek Moyang dalam Naskah Kuno yang tidak tertulis (Naskah Oral), dengan demikian kami belum bisa memastikan kapan cerita itu dimulai

Suku-suku lain seperti suku Dani dan Lani memiliki cerita yang sama tentang Makhluk-makhluk Misterius ini. Suku Dani mengenal dengan nama umum “Mokar, Hesire atau Ai Werek” dan tempat-tempat terlarang disebut “Mokar Wakunmu – Mokar Wakunmu eti Ag’huni Kusak dek”. Dan juga suku Lani menyebut nama-nama Makhluk-makhluk Misterius ini dengan bahasa daerahnya “Kelonggonme, Kugi Iname, Kugi Nanggwi, Yi Mage, Wam Nggiya-Iyo Wenakwa, Kuguwak dan Kwenakwe (Wanita Hutan)”. Semua yang disebutkan di atas, sebagian Makhluk Misterius dapat berkomunikasi dengan Manusia dan juga menyalin hubungan baik dan sebagiannya hanya ada cerita dalam masyarakat setempat. Akan tetapi sering Makhluk tersebut menghadirkan musibah atau hukuman yang melibatkan individu atau semua orang jika ada yang menyakiti hatinya. Sebagian orang mengaku bahwa pernah melihat dan mendengar suara atau melihat penampakan namun belum pernah melihat dengan jarak dekat, komunikasi, berjabat tangan atau rumah tempat tinggalnya. Walaupun demikian, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan secara lengkap tentang ciri-cirinya. Salah satu contoh, Hesire-He/Hesire/Kwenakwe ini bentuknya seperti Manusia namun apa ciri yang membedakan antara Manusia dan Makhluk Misterius itu? Pasti saja ada sedikit perbedaan selain kekuatan yang dimilikinya. Menurut orang yang pernah melihat dalam penampakannya bahwa Hesirehe (Hesire-He) bentuknya tidak kalah dengan bentuk tubuh kaum Hawa (wanita). Jarang sekali dalam ceritanya bahwa Hesire-He itu bentuknya seperti laki-laki. Jika diikuti dalam cerita atau dongengnya bahwa Hesire-He memiliki dua sifat yaitu sifat baik tetapi buruk. Dia tidak selalu mengganggu Manusia jika tidak menyakiti hatinya. Dia memililki sifat cari perhatian dan sering menyamar atau menjelma menjadi Manusia dan mencari kesempatan yang tepat untuk bertindak. Aksi yang dilakukan pun persis dengan manusia dan sering manusia menjadi korban penipuan. Dengan cerita seperti ini kami dapat menganalisa bahwa Hesire-He adalah sejenis hewan atau binatang yang memiliki salah satu rahasia yang manusia tidak dapat membayangkan dan melukiskan rahasia itu. Buktinya adalah Hesire-He dapat menyelma menjadi manusia di saat-saat tertentu.

Sirun Sek-sek

Sirun Sek-sek (Wam Nggiya-Eyo Wenakwa, Bahasa Lani) tidak dapat dijelaskan secara lengkap tentang cirri-ciri fisik, karakter atau perilaku aslinya. Menurut cerita bahwa Sirun Sek-sek memang ada dan bentuknya tidak sama dengan Hesire-He namun Sirun bentuknya seperti domba, Rusa atau Babi dan memiliki tanduk dan rambut yang panjang yang hampir menutupi seluruh bagian tubuhnya dan orang Yali menggolongkan Sirun ke dalam Makhluk Misterius yang tidak dapat dilihat sampai sekarang.

Manu

Manu adalah termasuk makhluk misterius sejenis ular besar yang hidup di daerah dingin namun Manu dapat hidup di dua alam yaitu: di darat dan di dalam air atau danau. Manu telah bersembunyi di daerah yang jarang dikunjungi seperti di gunung atau di kaki gunung-gunung besar. Biasanya, Orang Yali tahu dan mengenal tempat dimana Manu berdiam diri. Jika di air atau danau, orang Yali takut dan dilarang untuk mendekatinya untuk mengantisipasi terjadi hal-hal tidak diinginkan oleh manusia. Jika Manu merasa disakiti, tentunya akan mendatangkan musibah yang hebat terhadap orang yang mengganggu Manu atau musibah yang melibatkan semua masyarakat. Bukti-bukti ini membuktikan bahwa Manu benar-benar makhluk yang Misterius (Yi Mage-Bahasa Lani).

Silsil

Silsil merupakan makhluk misterius namun cerita tentang Silsil jarang diceritakan walaupun menurut orang Yali bahwa makhluk itu ada. Menurut pendongeng bahwa Silsil memiliki dua bentuk yaitu bentuknya lebih besar dari Anjing dan bentuk lainnya seperti ular (Ular Naga). Silsil dikenal dengan Makhluk yang memiliki kesabaran yang tinggi, dikatakan karena sesuai dengan karakter yang dimilikinya, artinya Manu tidak muda terpengaruh dan dapat mengontrol emosinya dengan hal-hal yang terjadi di sekitanya. Makhluk ini tidak menjadi terror bagi masyarakat Yali namun jika ada yang ingin bermain-main secara sengaja dan itu benar-benar menyakiti hatinya maka tindakan yang diambil lebih parah, rusak dan menyakitkan. Salah satu saksi mata dari Desa Kulet, Distrik Apahapsili, Kabupaten Yalimo, Yuren Kalemon Wilil menjelaskan bahwa beberapa tahun yang lalu pernah melihat Silsil yang sedang menyandap mangsanya (Anjing), sayangnya bapak Wilil hanya bisa menonton Anjing kesayangan itu sedang ditarik Silsil dari dalam tanah dengan kekuatan yang sungguh dasyat. Sebelumnya bapak Wilil berniat tidur bersama Anjing kesayangannya ‘Kundik’ di Goa Batu itu, namun bapak Wilil harus meninggalkan tempat itu setelah membaca mantra-mantra untuk melindungi diri dari Silsil.
_____________________________
…Simak juga, ini: Sejarah Nama “Pegunungan Bintang” 

Posted by: Admin
Copyright ©Tabloid WANI “sumber”
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.