Dark
Light
Today: June 14, 2024
5 years ago
4 views

Dewan Minta Dinas Sosial Bina Anak Aibon

Ketua DPRD Mimika Elminus Mom (kanan). (foto istimewa)

Timika, — Maraknya anak-anak dibawah umur yang menjadi pecandu lem aibon mendapat perhatian serius kalangan DPRD Mimika. Wakil rakyat pun meminta Pemkab Mimika untuk melakukan pembinaan terhadap anak-anak aibon agar mereka bisa berhenti menghirup lem yang sangat berbaya itu.

Ketua DPRD Kabupaten Mimika Elminus B Mom berharap Dinas Sosial lebih gencar lagi melakukan pendataan berikut pembinaan terhadap anak-anak aibon.

“Mereka sudah sering ditangkap, tapi tidak sampai ditahan karena memang masih anak-anak. Ini yang kita minta supaya Dinas Sosial bisa lebih pro aktif membina mereka. Karena kalau tidak dibina, mereka bisa semakin menjadi-jadi, dan risikonya bisa fatal,” ujar Elminus saat ditemui di Jalan Cenderawasih, Jumat (21/6).

Lihat ini: (Ini Kondisi Ratusan Anak Jalanan di Wamena)

Elminus mengungkapkan, pihaknya pernah menanyakan langsung pada anak-anak tersebut. Ternyata mereka yang terjerumus hingga menghirup lem aibon itu karena kurang kasih sayang dan perhatian dari orangtua.

“Ini murni kesalahan orangtua mereka. Tidak ada pihak lain yang bisa disalahakan. Kebanyakan mereka korban dari keluarga yang tidak harmonis. Tidak mendapatkan kasih sayang dari orangtua mereka, sehingga mereka kemudian menjadi anak jalanan,” paparnya.

Elminus menyebut beberapa lokasi di Timika yang kerap dijadikan sebagai tempat untuk menghirup lem tersebut, antara lain kawasan Galael, belakang Diana Supermarket, dan di kawasan SP1 dan SP4.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Jadi, kami harap Dinas Sosial Kabupaten Mimika bisa melakukan pendataan, kemudian membina mereka. Perlu diketahui bahwa mereka bukan hanya anak-anak asli Papua, tapi juga ada anak-anak warga pendatang,” ungkapnya. (zhu)

Baca juga: (Penduduk Miskin Kabupaten Jayawijaya Meningkat)

Copyright ©HPnews “sumber”
Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.